"Sebelumnya, masa tanam kami hanya dua kali setahun. Kini, masa tanam kami meningkat mencapai tiga kali setahun sehingga hasil panennya lebih besar dan secara kualitas juga meningkat," kata Amin.
Pada kesempatan terpisah, Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia Dony Indrawan menyampaikan komitmen perusahaan untuk terus menjalankan program CSR yang inovatif dan berkelanjutan dalam mendukung pengembangan kemandirian masyarakat, khususnya di bidang ekonomi.
Dony percaya bahwa masyarakat yang mandiri akan dapat menunjang keberlangsungan operasi perusahaan dan keberlanjutan produksi migas untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
"Sesuai kebijakan Pertamina untuk terus mendukung pembangunan Indonesia, program Pernik Mahakam menjadi salah satu implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG). Program ini mendukung upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi,” ucapnya.
Menurut Dony, sesuai peta jalan (road map) program tersebut, pada tahun ini (2024) ditargetkan adanya peningkatan perubahan perilaku tanam mencapai 70 persen organik dan 30 persen kimiawi. Selanjutnya, pada tahun depan diharapkan mencapai 100 persen organik.
"Saat ini Perusahaan tengah mempersiapkan pengembangan inovasi padi dan udang galah, serta persiapan untuk sertifikasi padi organik," katanya. (
*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar