“Sebagai objek vital nasional, kesadartahuan tentang penanganan situasi darurat harus dimiliki oleh setiap personel sehingga mitigasi penanganan terpetakan dengan baik,” kata Dedy.
Dedy menambahkan bahwa simulasi ini dapat memberikan gambaran sesungguhnya dan melatih kecepatan respon ketika terjadi insiden dan kelancaran alur komunikasi ke semua pihak.
“Keberlangsungan operasi hulu migas menjadi mutlak untuk menjamin ketahanan energi negara kita di mana sangat membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan,” ucapnya.
Dalam kegiatan ini, Camat Bunyu Nurdin terlihat antusias mengikuti simulasi tanggap darurat ini.
“Kami menyadari bahwa tempat tinggal kami berdekatan dengan fasilitas operasi migas yang harus selalu siaga dalam menghadapi kondisi yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, menjadi penting bagi kami untuk mengikuti simulasi secara rutin yang dilaksanakan oleh Perusahaan,” katanya. (
*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar