BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Kota Balikpapan menjadi sorotan, akibat antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) di
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (
SPBU) yang terjadi sejak beberapa bulan lalu.
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus melakukan upaya, agar antrian ini dapat teratasi, salah satunya akan bersurat ke PT Pertamina Pusat, untuk meminta penambahan SPBU di Kota Balikpapan.
Meskipun sebelumnya Pemkot telah berkoordinasi dengan PT Pertamina yang berada di Kota Balikpapan.
"Bapak Wali Kota akan mengantar sendiri surat tersebut untuk memohon pertambahan SPBU di Balikpapan," jelas Kepala BagianPerekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kota Balikpapan, Sri Hartini Anugraha kepada awak media, di Balai Kota.
Titin kerap disapa mengungkapkan kesulitan apabila menunggu penambahan SPBU dari investasi swasta. "Jadi kita minta inisiatif Pertamina untuk investasi," ujarnya.
Apalagi Kota Balikpapan menjadi Kota Penyangga sekaligus pintu gerbang Ibu Kota Negara (IKN), tentunya penduduk di Kota Balikpapan setiap hari semakin bertambah. Kebutuhan BBM pun semakin banyak.
Sedangkan SPBU di Kota Balikpapan berjumlah 14 SPBU. Tentunya, ini tidak mampu memenuhi kebutuhan untuk warga Kota Balikpapan.
"Sebelumnya penduduk di Kota Balikpapan 700 Ribu sekian sekarang ada 800Ribu sekian menuju satu juta penduduk. Jadi sebenarnya SPBU kita kurang sekali," ungkapnya.
Ditambah lagi, kendaraan yang masuk dari luar Balikpapan ke Kota Balikpapan seperti halnya angkutan orang maupun angkutan barang, akibatnya pasokan BBM menjadi terbagi. "Mereka menyedot kuota yang harusnya untuk warga Balikpapan," jelasnya.
Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra, mengatakan Kota Balikpapan yang memiliki luas wilayah 565 KM2, hanya mempunyai 14 SPBU artinya satu SPBU bisa melayani radius sekitar 30-40 km2. Dengan luas wilayah tersebut, idealnya SPBU di Kota Balikpapan sekitar 50 SPBU.
"Idealnya satu SPBU itu radius 10 KM 2, artinya kalau kita pakai luas wilayah 565 KM2 sekitar 50 SPBU. Apalagi kita menuju kota metropolitan," paparnya.
Arya pun mengatakan kondisi tanah di Kota Balikpapan tidak datar seperti daerah Jawa, sehingga ini menjadi tantangan Pertamina bersama investor, karena banyak investor mendapatkan lahan untuk membangun SPBU dengan kondisi tanah seperti itu.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar