BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Dalam rangka merayakan Hari Jadi ke 71 Tanjung Batu, pada hari Senin (4/12/2023), rasanya tidak afdol jika belum membahas kebiasaan baik yang masyarakat pesisir di sana biasa lakukan.
Selain edukasi tentang teknologi dan keberlanjutan ekosistem kelautan, Aruna juga fokus pada program edukasi finansial literasi. Tak disangka, program ini kemudian disambut baik oleh masyarakat pesisir di Tanjung Batu, Kalimantan Timur.
Sejak bulan Agustus 2021 lalu, para nelayan dan ibu picker di daerah tersebut sudah secara rutin dan mandiri melaksanakan program menabung bersama.
Yanuardi Septian, Community Development di area Kalimantan Timur mengatakan, kebetulan masyarakat di sini sudah lebih dulu melihat sejumlah kejadian yang mau tak mau memaksa, untuk memiliki dana darurat, seperti mesin kapal dan alat tangkap yang memerlukan perbaikan, kebutuhan rumah tangga, pengobatan karena sakit atau kecelakaan kerja.
"Mereka bilang, kalau tak ada dana darurat, bisa payah nanti, tidak tahu lagi harus mengandalkan siapa," ucapnya.
Yanuardi menambahkan, uang tabungan disetorkan menggunakan uang tunai yang kemudian nanti akan disimpan di akun bank milik koperasi Aruna. "Pak Moko, Nelayan Aruna 001, adalah bendaharanya yang bertugas untuk mengumpulkan seluruh uang tabungan yang diterima. Setelah menerima uangnya, Pak Moko akan melakukan validasi ulang terkait jumlah setoran setiap anggota ke WA grup. Apakah sudah sesuai dengan setoran mereka dan catatan di buku besar?," paparnya.
Setelah semua jumlah setoran valid, laporan dan uang akan dikirim ke tim Aruna untuk dikelola lebih jauh. "Nah, kalau di suatu saat nanti ada keperluan mendadak, ini uang bisa diambil sewaktu-waktu, kok. Prosesnya juga tidak ribet, sehingga memudahkan dan tidak bikin malas,” tambah Pak Jusman.
Aruna turut bangga pada hal kecil yang akhirnya menjadi kebiasaan baik bagi masyarakat pesisir di Tanjung Batu. Menumbuhkan dan merawat budaya menabung tentu tidak semudah yang dibayangkan.
Untuk mengapresiasi hal ini, Aruna merayakan hari jadi Tanjung Batu ke-71 dengan mengadakan kegiatan “Mag'Lami-Lami Lahatku Kampung Tanjung Batu”.
Pada acara tersebut, masyarakat melakukan banyak aktivitas seru, seperti membakar ikan, mengikuti pameran kuliner, melihat pentas seni, dan lomba memancing, yang diikuti lebih dari 150 orang yang turut meramaikan agenda ini. "Wah, seru!," katanya.
Sementara itu, Jusman, salah seorang nelayan di Tanjung Batu, menambahkan, jujur perlu diakui bahwa pihaknya harus lihat kejadian dulu, baru ada kesadaran untuk menabung secara rutin dan mandiri.
"Makanya, jangan sampai nelayan-nelayan di luar sana seperti kami. Kejadian jelek dulu, baru mulai menabung. Kalau inisiatif dari kami masyarakat pesisir Tanjung Batu, pertemuan untuk menabung ini dilakukan dua kali dalam satu bulan. Anggota yang terdaftar di komunitas Aruna, seperti para nelayan, istri-istri kami yang bekerja sebagai picker, adalah yang boleh mengikuti kegiatan menabung kolektif ini," jelasnya.
Bisa dibilang, mekanisme kegiatan menabung ini sama seperti arisan. Para anggota biasanya akan bertemu di satu tempat yang telah disepakati bisa rumah dari salah satu anggota atau Aruna Hub Tanjung Batu.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar