PHI melalui PHKT terus menjalankan berbagai program CSR yang mendukung pengembangan dan kemandirian masyarakat, selaras dengan upaya pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
“Selain pendampingan, kami juga memberikan bantuan berupa alat pemanggang kopi (coffee roaster) dan memasang solar panel di rumah produksi kopi sebagai bagian dari komitmen kami dalam mengusung kegiatan ekonomi yang inovatif dan mendukung green energy," ucap Dony.
Selama Program Kapak Prabu berjalan, program ini tidak hanya mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi saja, namun juga mampu memberikan kontribusi terhadap serapan karbon sebesar 266,5 ton CO 2 dan pelepasan 416 ton gas O² equivalent melalui program pelestarian lingkungan yang menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Perjalanan Program Kapak Prabu dimulai dari kerja sama antara Terminal Santan PHKT yang memberikan bantuan pupuk kompos hasil biogreening kepada Kelompok Petani Kopi Desa Prangat Baru. Biogreening sendiri merupakan fabrikasi sisa bahan baku limbah dapur non B3 yang diperoleh dari katering Terminal Santan. Kerja sama tersebut berlanjut hingga pengembangan budidaya Kopi Liberika dan Kopi Luwak satu-satunya di Kalimantan Timur.
Seiring berjalannya waktu, potensi Kapak Prabu ini bertumbuh menjadi kampung ekowisata ditandai dengan dibentuknya kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Prangat Baru.
Sejak dicetuskannya program Kapak Prabu, pola pikir masyarakat sekitar terhadap keberadaan hewan luwak secara perlahan mengalami perubahan. Awalnya masyarakat setempat selalu menganggap luwak sebagai hama pemakan ternak ayam milik warga.
“Dengan adanya pengembangan Kapak Prabu menjadi kampung ekologi, paradigma masyarakat terhadap luwak juga telah berubah. Kini masyarakat percaya bahwa luwak
harus dilindungi kelestariannya, karena menghasilkan hubungan yang mutual sekaligus nilai ekonomi tinggi dari biji kopi yang dimakannya,“ kata Dony.
PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) merupakan anak Perusahaan PHI yang menjalankan pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip ESG (Environment, Social, Governance) di Wilayah Kerja East Kalimantan & Attaka di Kalimantan Timur. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar