Berita Kabupaten Kutai Barat

Lomba Tradisional Belogo di TBS Kubar, Ajak Masyarakat Bernostalgia Masa Kecil

lihat foto
Pertunjukan Lomba tradisional Belogo yang ditampilkan pada rangkaian Festival Dahau dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-24 Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Kalimantan Timur yang berlangsung di halaman TBS pada Jumat siang (27/10/2023). Foto: BorneoFla
Pertunjukan Lomba tradisional Belogo yang ditampilkan pada rangkaian Festival Dahau dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-24 Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Kalimantan Timur yang berlangsung di halaman TBS pada Jumat siang (27/10/2023). Foto: BorneoFlash.com/Ist.

BorneoFlash.com, SENDAWAR - Berbagai jenis rangkaian kegiatan peringatan Festival Dahau atau syukuran dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-24 Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Kalimantan Timur (Kaltim) tahun ini menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan masyarakat Kubar bahkan masyarakat luar Kubar.

Pada Festival Dahau Kubar, tidak hanya lomba modern yang ditampilkan, tetapi juga beberapa jenis lomba tradisional khas daerah Kalimantan.

Setidaknya ada empat jenis lomba tradisional daerah yang ditampilkan pada rangkaian Festival Dahau kali ini. Keberadaan lomba tradisional ini menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan masyarakat.

Pertunjukan lomba tradisional di halaman Taman Budaya Sendawar (TBS) ini seolah mengajak masyarakat bernostalgia di masa kecil mereka.

"Ini (lomba tradisional) menarik karena mengingatkan masa kecil kita dulu sering main Belogo seperti ini," ujar Supri, salah satu peserta lomba Belogo saat diwawancarai selama kegiatan lomba yang berlangsung di halaman TBS pada Jumat siang (27/10/2023).

Peserta lomba tradisional Belogo saling unjuk kebolehan dalam memainkan lomba tradisional belogo yang berlangsung di halaman TBS pada Jumat siang (27/10/2023). Foto: BorneoFlash.com/Ist.
Peserta lomba tradisional Belogo saling unjuk kebolehan dalam memainkan lomba tradisional belogo yang berlangsung di halaman TBS pada Jumat siang (27/10/2023). Foto: BorneoFlash.com/Ist.

Keempat jenis lomba tradisional tersebut antara lain lomba Begasing, Lomba Menyumpit, Lomba Balogo atau Belogo, dan Lomba Behempas.

Lomba Belogo merupakan salah satu lomba tradisional khas daerah yang cukup unik. Alat yang digunakan dalam bermain Belogo terbuat dari tempurung kelapa tua yang dibentuk menyerupai segitiga yang disebut logo (bola), sepotong bambu sebagai sampaq (stik), dan pipa paralon sebagai logo sasaran tembak.


Panitia Lomba Belogo, Muliadi, mengatakan peserta lomba Belogo tidak hanya berasal dari Kubar, tetapi juga dari luar daerah, salah satunya dari Kota Bontang.

"Pesertanya memang ada juga dari luar, dari Bontang. Lomba ini kita laksanakan selama tiga hari dan hari ini adalah hari terakhir, artinya sudah memasuki babak final juara," ujar Muliadi.

Bermain Belogo cukup unik dan mirip perpaduan antara golf dan karambol. Pemain meletakkan logo pada jarak yang ditentukan dengan logo milik lawan. Logo sasaran diletakkan dan disusun secara tegak dan berjajar. Selanjutnya, ujung bawah panampak diposisikan di belakang logo. Bagian atas panampak digenggam dengan tangan kiri dan tangan kanan menepuk bagian bawahnya sehingga logo dapat terdorong meluncur ke arah logo lawan.

Inti dari permainan ini adalah menjatuhkan logo lawan atau logo yang menjadi sasaran sebanyak mungkin sekaligus menghitung poinnya.

Lomba Belogo diikuti oleh sekitar 40 orang, dibagi menjadi 7 regu, dan masing-masing regu diisi tiga pemain.

Penilaian dilakukan dengan memberikan poin 10 untuk setiap pemain dalam satu regu yang berhasil merebahkan logo yang menjadi sasaran tembak. Jika regu tersebut bisa merebahkan tiga logo sekaligus, maka mereka mendapatkan nilai 30. Setiap regu pemain diberi kesempatan tiga kali untuk mencoba menjatuhkan logo sasaran yang dipasang berjejer.

Peserta lomba tradisional Belogo saling unjuk kebolehan dalam memainkan lomba tradisional belogo yang berlangsung di halaman TBS pada Jumat siang (27/10/2023). Foto: BorneoFlash.com/Ist.
Peserta lomba tradisional Belogo saling unjuk kebolehan dalam memainkan lomba tradisional belogo yang berlangsung di halaman TBS pada Jumat siang (27/10/2023). Foto: BorneoFlash.com/Ist.

Dari hasil kompetisi tersebut, tim Rambo dari Kota Bontang berhasil menjadi juara pertama dan berhak atas hadiah berupa piala dan uang tunai senilai jutaan rupiah.

Belogo merupakan salah satu jenis permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan, dimainkan oleh anak-anak sampai remaja, dan umumnya hanya dimainkan oleh kaum pria. Nama permainan Belogo diambil dari kata "logo," yang berarti bermain dengan menggunakan alat logo.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar