Berita Balikpapan Terkini

Kunker Wapres RI di Ponpes Syaichona Cholil Buka Silatnas ke VII Kontak Santri Agribisnis Indonesia 

lihat foto
Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H. Ma’ruf Amin saat membuka Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke VII Kontak Santri Agribisnis Indonesia (Konsain), yang ditandai dengan pemukulan bedug, di Pondok Pesantren Syaichona Cholil Sepinggan, Kecamatan Balikpapa
Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H. Ma’ruf Amin saat membuka Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke VII Kontak Santri Agribisnis Indonesia (Konsain), yang ditandai dengan pemukulan bedug, di Pondok Pesantren Syaichona Cholil Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (24/10/2023). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2023, Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H. Ma'ruf Amin melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) di Pondok Pesantren Syaichona Cholil Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (24/10/2023).

Kehadiran Wakil Presiden RI membuka Silaturahim Nasional (Silatnas) ke VII Kontak Santri Agribisnis Indonesia (Konsain), yang ditandai dengan pemukulan bedug.

Sebelum meresmikan, Wakil Presiden RI menyaksikan Ketua Umum DPP Kontak Santri Agribisnis Indonesia menandatangani kerjasama dengan asosiasi petani kelapa sawit Kalimantan Timur (Kaltim).

Dalam sambutan, K.H. Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa santri di Indonesia mempunyai peran strategis dan peran penting. Untuk itu peran santri harus lebih optimal lagi.

Santri itu bukan hanya menjadi orang baik tetapi menjadi orang yang melakukan perbaikan,seperti perbaikan dalam agama, kemasyarakatan, pendidikan, ekonomi maupun sosialnya.

Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, K.H. Ma
Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, K.H. Ma'ruf Amin menghadiri acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-VII Kontak Santri Agribisnis Indonesia (KONSAIN) di Pondok Pesantren Syaichona Cholil Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (24/10/2023). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

"Santri itu tidak boleh bergeser dari nawaitunya, tetap nawaitunya adalah perbaikan bukan kekuasaan," ucapnya.

Santri itu bisa menjaga tanah air, dengan menjaga tanah air agama bisa terjaga, terlindungi, sehingga akal bisa terlindungi, keturunan bisa terlindungi. "Para santri maupun ulama itu tidak takut mati dalam membela negara," jelasnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar