Berita Kalimantan Timur

Hetifah Sjaifudian: Guru Penggerak Sebagai Pionir Perubahan di Sekolah 

lihat foto
Sosialisasi Program Guru Penggerak, di Ballroom Hotel Grand Senyiur, pada hari Kamis (13/7/2023). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Sosialisasi Program Guru Penggerak, di Ballroom Hotel Grand Senyiur, pada hari Kamis (13/7/2023). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

"Seperti apa hasilnya. Kita mendengar dari versi sekolah seperti apa, versi guru gimana dan dari versi guru yang tidak diterima gimana. Nanti ini menjadi bahan masukan untuk perbaikan kebijakan," terangnya.

Politisi Partai Golkar ini berharap perubahan yang sedang didorong itu bisa berjalan lancar. Disisi lain, ia ingin mendengar aspirasi dari para guru terkait berbagai hal seperti PPDB maupun kebijakan lainnya.

Menurutnya, guru penggerak di sekolah itu seharusnya 30 persen dari jumlah guru di sekolah. Untuk itu, guru penggerak di setiap sekolah itu harus diperbanyak, agar bisa saling menguatkan.

"Kalau ingin melakukan perubahan 30 persen dari jumlah orang, itu adalah yang ideal. Kenapa kuota 30 persen karena kalau kita jumlahnya 15 atau 20 persen, kalau mengambil keputusan yang kolektif itu suaranya tidak cukup signifikan dalam mendorong perubahan," paparnya.

Sosialisasi Program Guru Penggerak, di Ballroom Hotel Grand Senyiur, pada hari Kamis (13/7/2023). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Sosialisasi Program Guru Penggerak, di Ballroom Hotel Grand Senyiur, pada hari Kamis (13/7/2023). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

Wanita yang sudah duduk tiga periode di kursi Senayan ini menginginkan Kota Balikpapan menjadi role model bagi Kabupaten Kota lainnya.

"Balikpapan jadi penggerak untuk Kabupaten Kota lain. Jadi penggeraknya itu bukan satu sekolah tapi satu kota dibanyakin, sehingga menjadi penggerak bagi daerah lain," harapnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar