Berita Kota Balikpapan

Tinjau Rumah Warga RT 52 yang Tergenang Air, Wali Kota Panggil Pengembang 

lihat foto
Wali Kota Balikpapan saat meninjau rumah warga RT 52 Kelurahan Gunung Bahagia Kecamatan Balikpapan Selatan yang tergenang air. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Wali Kota Balikpapan saat meninjau rumah warga RT 52 Kelurahan Gunung Bahagia Kecamatan Balikpapan Selatan yang tergenang air. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Genap sembilan hari enam Kepala Keluarga (KK) di Perumahan Griya Permata Asri RT 52 Kelurahan Gunung Bahagia Kecamatan Balikpapan Selatan tergenang air.

Hal ini dikarenakan aliran air tersumbat dengan adanya pembukaan lahan baru di sebelah perumahan tersebut.

Atas kejadian ini, Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud meninjau ke Perumahan Griya Permata Asri, untuk melihat langsung kejadian tersebut dan langsung berdialog bersama warga setempat.

Wali Kota didampingi, DPMPTSP Kota Balikpapan, Plt Hasbullah Helmi; Plt Dinas Perumahan dan Permukiman, Rafiudin; Camat Balikpapan Selatan, Abdul Hakim; Lurah Gunung Bahagia Abdul Aziz termasuk Ketua RT 52 Tatik melihat langsung pembukaan lahan yang menyebabkan rumah warga terendam air.

Wali Kota akan menurunkan dua alat dari Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan untuk mengatasi air yang tergenang. "Kita nanti buat dulu jalur pembuangan yang alami kemarin. Kita akan buka kembali, sambil kita panggil nanti pengembangnya pada hari Senin nanti," jelasnya kepada awak media, Rabu (28/6/2023).

Kondisi Perumahan Griya Permata Asri RT 52 Kelurahan Gunung Bahagia Kecamatan Balikpapan Selatan Yang tergenang air. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Kondisi Perumahan Griya Permata Asri RT 52 Kelurahan Gunung Bahagia Kecamatan Balikpapan Selatan Yang tergenang air. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

Panggilan tersebut untuk membicarakan terkait perizinan perumahan yang harus dilengkapi dulu. "Perizinan ini belum lengkap, bukan belum ada ya. Jadi harus dilengkapi dulu," ucapnya.

Sementara ini, pembuangan air akan melalui tembok pembatas yang rencananya akan dijebol, sehingga saat hujan turun air tidak menggenangi rumah warga.


Menurutnya, ada persyaratan-persyaratan yang harus dilengkapi dalam membangun perumahan, seperti mendapatkan izin prinsip. "Tentunya izin prinsip itu kan nggak harus boleh langsung membangun, tapi kan ada proses-proses yang dilalui seperti Site Plan yang harus dilengkapi sesuai dengan persyaratan," terangnya.

"Nah, inilah yang saya khawatirkan, karena sering saya sampaikan pengembang silakan berinvestasi, silakan membangun perumahan pemerintah 100 persen mendukung tapi sepanjang persyaratan itu dipenuhi," jelasnya.

Ia juga akan meminta kepada pengembang, supaya bozem dibesarkan, karena bozem yang ada kecil, tidak memenuhi standar. "Nanti kita minta supaya diperbesar," katanya.

Untuk sementara ini, proyek pengembangan yang sedang berjalan dihentikan dulu sambil menunggu hasil dari pertemuan pada hari Senin nanti.

Sementara itu, Ketua RT 52 Kelurahan Gunung Bahagia, Tatik mengatakan warga yang terdampak saat ini mengungsi ke rumah kerabat. "Memang disini kalau hujan ada air tergenang tapi begitu hujan berhenti air habis (surut,red) juga, tapi karena sebelah buka lahan jadi aliran air yang seharusnya kesana ditutup jadi tidak ada pembuangan. Jadi airnya disini-sini saja," paparnya.

Sebenarnya air tergenang kemarin sudah disedot mulai dari pagi sampai pukul 19:00 WITA tetapi karena hujan sehingga tergenang lagi. Pihak-pihak terkait sudah berkoordinasi dengan pihak yang membuka lahan tetapi tidak ada titik temu.

Wali Kota Balikpapan saat meninjau rumah warga RT 52 Kelurahan Gunung Bahagia Kecamatan Balikpapan Selatan yang tergenang air. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Wali Kota Balikpapan saat meninjau rumah warga RT 52 Kelurahan Gunung Bahagia Kecamatan Balikpapan Selatan yang tergenang air. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

Dengan kedatangan Wali Kota Balikpapan dan berdiskusi dengan warga akan menjebol tembok dan membuat bendungan. "Disedot lagi dibuatkan aliran air, kalau disedot aja nanti kembali lagi. Jadi nanti akan dibuatkan aliran ke bozem (lahan sebelah,red)," ungkapnya.

Tepat pukul 15:30 WITA, alat pompa dari Dinas Pekerjaan Umum tiba untuk melakukan penyedotan. Namun, sebelumnya akan dibuatkan saluran pembuangan.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar