BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Dalam rangka pengendalian dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok di Kota Balikpapan, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, berkolaborasi dengan Bank Indonesia dan Bank Kaltimtara menggelar pasar murah di Halaman Depan Gedung Parkir Klandasan pada tanggal 3-7 April 2023.
Pasar murah Ramadhan dan Idul Fitri 1444 Hijriah menghadirkan 22 stand dengan menjual produk diantaranya beras, cabe, minyak goreng, gula pasir, daging beku, tepung terigu termasuk telur ayam.
Wali Kota Balikpapan mengatakan, untuk menekan Inflasi di Kota Balikpapan perlu melibatkan seluruh stakeholder. Pemerintah tidak dapat mengendalikan Inflasi sendiri, sehingga inovasi dan motivasi yang dilakukan melibatkan seluruh elemen.
Beberapa komoditi yang menyumbang Inflasi di Kota Balikpapan diantaranya beras, alas kaki termasuk alat transportasi. "Kami jajaran Pemerintah Kota terus berupaya untuk berbuat bagaimana kota ini betul-betul menjadi kota yang nyaman dan layak dihuni," ucapnya.
Melalui Dinas Perdagangan dan Perumda Balikpapan terus melakukan inovasi, untuk menekan harga kebutuhan pokok menjelang hari besar. "Kebutuhan paling mendasar sembilan bahan pokok ini jangan sampai ada keluhan di tengah masyarakat," terangnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, R Bambang Setyo Pambudi mengatakan Inflasi di Kota Balikpapan di bulan Januari yakni 0,41 persen Month to Month dan bulan februari 0,31 persen Month to Month.
"Ini merupakan inflasi kota tertinggi di Kalimantan. Ini menjadi perhatian kita bersama, memang Inflasi terjadi di beberapa kota atau daerah karena adanya gejolak khususnya di bahan pangan," paparnya.
Oleh karena itu, perlu langkah strategis oleh pemerintah daerah dan stakeholder terkait untuk mengendalikan Inflasi ini, salah satunya dengan cara melakukan pasar murah.
Selain itu, TPID melalui Bulog Divre Kaltim Kaltara telah melaksanakan operasi pasar di 21 titik di Kantor Kecamatan dan Kelurahan pada tanggal 14-17 April 2023. Begitu juga, akan menggelar pangan murah di Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Balikpapan pada Minggu depan.
"Kami berharap upaya ini dapat memudahkan masyarakat dengan harga terjangkau, sehingga angka Inflasi di Kota Balikpapan dapat terkendali," ujarnya.
Bank Indonesia mengimbau kepada masyarakat untuk belanja bijak, tidak berlebih-lebihan dan tidak panic buying.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar