BorneoFlash.com, TANA PASER – Masih ingat Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) yang tergabung di kelompok Umo Rezeki Taka Desa Samuntai, Kecamatan Long Ikis! Sekarang kelompok ini memproduksi 4 varian sabun mandi merek Erai.
Hal ini seperti disampaikan Ketua Kelompok Umo Rezeki Taka Tutik Januarti, Jumat (31/3/2023), saat menjelaskan perkembangan usaha kelompok Umo Rezeki Taka.
"Setelah kita memproduksi Sabun Erai yang pertama, kita sekarang memproduksi 3 varian baru Sabun Erai lainnya," kata Tutik Januarti.
Jika Sabun Erai produksi pertama berlabel Beauty Soap Original, maka ketiga varian Sabun Erai terbaru adalah Beauty Soap Kopi, Beauty Soap Ketan dan Beauty Soap Kunyit Hitam.
Khusus Beauty Soap Kunyit Hitam harganya Rp 25.000/Pcs, selebihnya harganya sama produk sabun pertama, yakni Rp 15.000/Pcs.
Mengapa harga Beauty Soap Kunyit Hitam lebih mahal? Hal ini karena bahan baku Kunyit Hitam sulit didapat, sehingga harganya pun selangit, dimana 1 Kg Kunyit Hitam bisa mencapai Rp 300.000.
Meski begitu, kata Tutik Januarti, manfaat yang didapatkan jauh lebih baik. Karena Beauty Soap Kunyit Hitam mampu menangkal radikal bebas. Seperti paparan sinar matahari, asap kendaraan, asap rokok dan lainnya.
"Sedangkan Beauty Soap Kopi dan Beauty Soap Ketan harga jualnya untuk sementara kita disamakan dengan Beauty Soap Original,, yakni Rp 15.000/Pcs" ucapnya.
Selain itu, produksi Sabun Erai Kunyit Hitam masih terbatas, mengingat bahan bakunya (Kunyit Hitam) yang langka. "Bahan baku itu kita dapat dari teman di Jawa," sambungnya.
Karena langka dan mahal, lanjut Tutik, Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) dan LSM Kawal Borneo Community Foundation (KBCF) mensupport Umo Rezeki Taka dengan prakarsai budidaya Kunyit Hitam.
"Budidaya Kunyit Hitam nanti dilakukan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). Harapannya Kunyit Hitam yang diproduksi bisa memenuhi kebutuhan produksi Sabun Erai Kunyit Hitam," ucapnya.
Tutik juga menyampaikan bahwa Sabun Erai sudah diperkenalkan di banyak daerah. "Sabun Erai ikut pameran di Riau, Makassar, Yogyakarta, bahkan Malaysia," ungkapnya.
Pada KTT G20 di Bali, tambah Tutik, Sabun Erai ikut mengisi stand pameran dan mengundang ketertarikan banyak pihak, salah satu orang Perancis.
"Orang Perancis tertarik bekerja sama dengan kita. Ingin membeli sabun yang kita produksi, tapi kita belum berani karena masih banyak hal yang perlu kita siapkan," jelasnya.
Disamping perluasan kapasitas produksi, tambah Tutik, legal untuk Sabun Erai. Seperti BPOM, HAKI masih dalam proses penerbitan.
"Oh iya, pada lomba TTG di Kecamatan Muara Komam, Sabun Erai juara 1. Bulan 5 nanti kita mewakili Kabupaten Paser pada lomba TTG tingkat Kaltim," pungkasnya. (Adv)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar