Berita Kota Balikpapan

Tekan Angka Stunting, DP3AKB Kota Balikpapan: Memasyarakatkan Penggunaan Protein Hewani Kepada Anak

lihat foto
Kepala DP3AKB Kota Balikpapan, Dra Alwiati. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Kepala DP3AKB Kota Balikpapan, Dra Alwiati. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus gencar menekan angka stunting di Kota Balikpapan.

Kepala DP3AKB Kota Balikpapan, Dra Alwiati mengatakan jika sudah membuatkan satu proposal kepada beberapa perusahaan, untuk melakukan penanganan anak stunting dan ibu hamil yang berisiko stunting, dengan memberikan penambahan energi protein.

"Kami juga membuat Surat Edaran (SE) Wali Kota Balikpapan, terkait dengan bagaimana memasyarakatkan penggunaan protein hewani kepada anak, agar kondisi anak menjadi lebih baik begitu juga ibu hamil yang berisiko stunting supaya tidak melahirkan anak berisiko stunting," jelasnya kepada awak media, Selasa (7/3/2023).

Alwiati menyampaikan, anak stunting yang tercatat di Kota Balikpapansebanyak 1.458 jiwa dan prevalensi di Kota Balikpapan mengalami kenaikan dari 17,6 persen menjadi 19,6 persen. "Ini menjadi perhatian kita semua," ucapnya.

Sebenarnya di Kalimantan Timur (Kaltim) angka stunting di Kota Balikpapan masih di peringkat kelima, sedangkan untuk di Kota Balikpapan angka stunting yang tertinggi di Kecamatan Balikpapan Barat, Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur.


Stunting adalah adanya gangguan pertumbuhan pada balita dimana pertumbuhan berat badan, tinggi badan dibandingkan usia tidak sesuai dan dilihat juga perkembangan secara motorik yang mengalami perlambatan.

"Kita memberikan motivasi terutama pembinaan kepada keluarga, dalam memberikan asupan makanan yang bergizi kepada anak agar tidak pada kondisi stunting," ujarnya.

DP3AKB Balikpapan terus membantu keluarga berisiko stunting, salah satunya dengan bantuan yang diterima dari Pemerintah Provinsi Kaltim yang akan disalurkan kepada keluarga stunting.

"Kita tugasnya memberikan kepada keluarga berisiko dan setiap hari harus dipantau melalui tim pendamping keluarga hingga tiga bulan. Apabila ada perubahan berat badan dan pola asuh, maka kita alihkan ke lain dan jika tidak mengalami perubahan berarti ada penyakit lain yang membuat asupan makanan tidak baik," terangnya.

Khusus bagi ibu hamil untuk mencegah anak dari stunting, ibu harus rajin melakukan pemeriksaan ke dokter, minum vitamin secara rutin termasuk menghindari jika didalam rumah ada yang sakit dan juga merokok.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar