BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Direktorat Polisi Perairan Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kaltim berhasil menangkap empat pelaku yang melakukan pencurian Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan jenis Pertalite dari mobil tangki merah putih, yang merupakan mobil kerja para pelaku.
Aksi ketiga pelaku berinisial YT, IPS dan GR selaku penjual dan S sebagai pembeli, dilakukan diatas kapal feri penyeberangan Balikpapan- Penajam Paser Utara, pada hari Kamis (03/03/2023) pukul 16:00 WITA.
"Pada saat itu, personel intelair Subdit Gakkum Polairud Polda Kaltim, sedang melakukan patroli perairan Balikpapan-PPU dan melihat aktivitas mencurigakan diatas kapal feri tersebut," ujar Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yusuf Sutejo saat press release di Mako Polairud Polda Kaltim, Senin (6/3/2023).
Yusuf mengatakan pencurian BBM Pertalite tersebut diangkut dengan menggunakan galon. Sebanyak sembilan galon ditemukan di dalam mobil truk bernopol KT 8874 YR, milik pelaku S yang merupakan pembeli hasil minyak curian ini.
Setiap mobil tangki mengisi tiga galon yang masing-masing galon seberat 35 liter dengan harga Rp 9 ribu per liter dan nantinya akan dijual kembali dengan harga Rp 11.000 - Rp 12.000.
Pasal yang disangkakan terhadap empat pelaku ini, pasal 55 Perpu nomor 2 tahun 2022 Sektor Migas tentang perubahan UU No. 2 tahun 2001 tentang migas, dengan hukuman pidana penjara paling lama enam tahun dan pidana denda paling banyak Rp 60 miliar.
"Kasus ini tidak berhenti sampai disini, pihak Polairud Polda Kaltim akan melakukan upaya pengembangan lebih lanjut, mungkin masih adanya dugaan kepada siapa BBM tersebut akan dijual, siapa-siapa yang menerimanya," jelasnya.
Polda Kaltim komitmen untuk memberantas segala bentuk penyalahgunaan BBM terutama subsidi, baik didarat maupun diperairan.
Dirpolairud Polda Kaltim, Kombes Pol Donny Adityawarman menyampaikan bahwa diduga pelaku ini bukan hanya sekali tetapi pihaknya akan melakukan pengembangan lebih lanjut. Begitu juga pengembangan terhadap penjualan barang curian ini, karena saat ini baru ditemukan satu orang dan akan terus dikembangkan.
Manager Area PT Elnusa Petrofin Balikpapan, Solihin mengakui bahwa ketiga pelaku ini merupakan karyawan outsourcing dari perusahaannya dan sehari-hari bertugas mengirimkan BBM dari Balikpapan ke seluruh wilayah suplai.
Meskipun selama ini belum ada komplain dari lembaga penyalur. "Mungkin ini permainan mereka tapi sejauh ini belum ada komplain dari pihak penerima," ungkapnya.
Atas perbuatan ini nama baik perusahaan menjadi suatu kerugian termasuk pengiriman BBM yang terhambat dan mobil tangki yang digunakkan adalah sewa. "Saya belum bisa merincikan berapa semua kerugiannya," ucapnya
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar