Berita Kota Balikpapan

AMCB Kritisi Mosi Tidak Percaya Empat Fraksi DPRD Balikpapan, Harusnya Fokus pada Kepentingan Rakyat

lihat foto
Sejumlah Ormas dan LBH yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cinta Balikpapan gelar konferensi pers, Kamis (24/2/2023).
Sejumlah Ormas dan LBH yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cinta Balikpapan gelar konferensi pers, Kamis (24/2/2023).

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Persoalan Mosi tidak percaya yang dilayangkan empat fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan kepada Ketua DPRD Kota Balikpapan H Abdulloh, menimbulkan reaksi sejumlah Ormas dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cinta Balikpapan (AMCB) angkat bicara.

AMCB yang tergabung dari Gerakan Pemuda Suku Asli Kalimantan (Gepak Kuning), Barisan Muda Daerah (Baramuda) Kota Balikpapan, Laskar Merah Putih (LMP) Markas Daerah (Mada) Kalimantan Timur dan LMP Markas Cabang (Macab) Kota Balikpapan. Sedangkan dari LBH diantaranya LBH Gepak Kuning dan LBH LMP Mada Kaltim.

Koordinator lapangan AMCB sekaligus Ketua LBH LMP Mada Kaltim Ahmad Rifa'i menyikapi terkait persoalan mosi tidak percaya yang diajukan oleh empat Fraksi di DPRD Balikpapan, yakni fraksi Demokrat, Nasdem, PDIP dan Gerindra.

Mewakili elemen masyarakat mosi tersebut yang diajukan sebagai sebuah langkah politik yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Jika merujuk pada Undang-Undang 1945 Pasal 20A ayat (2) DPRD mempunyai hak interpelasi, hak angket dan hak menyatakan pendapat.

"Hak mosi tidak percaya bisa juga dikategorikan sebagai hak menyampaikan pendapat. Namun, merujuk pada kamus besar menyatakan pendapatnya ini, sebenarnya dilakukan oleh anggota dewan yang ditujukan kepada pemerintah, bukanlah sebuah mosi kepada Ketua DPRD. Sampai saat ini belum ada aturan yang jelas terkait hal itu," jelas Rifa'i saat konferensi pers Kamis, (23/2/2023) sore.

Ketika ketidakpuasan maupun sebuah pendapat yang berbeda, seharusnya fraksi-fraksi tersebut menggunakan elemen atau media yang ada, yang sudah diatur oleh Undang-Undang. Bukan menciptakan sebuah gerakan dengan membuat sebuah mosi tidak percaya yang justru masyarakat bisa menilai, bahwa ada agenda kepentingan politik tertentu mengatasnamakan rakyat.

Pasalnya, dari bahasa yang disampaikan melalui media dan secara tertulis berdasarkan sebuah penilaian subjektif, bahwa ada arogansi yang dilakukan oleh Ketua DPRD.

"Arogansi yang menurut kami sangat subjektif, dalam hal ini tidak mewakili kepentingan masyarakat Balikpapan. Kami berharap fraksi-fraksi lebih baik berbicara terkait kepentingan masyarakat Balikpapan," ujarnya.

Seperti mengurai kemacetan di Balikpapan, rencana penuntasan penyebab banjir dan memiliki rencana agar Kota Balikpapan bisa menjadi lebih baik kedepannya. Bukan melakukan tindakan-tindakan yang justru bisa dinilai memiliki kepentingan politik tertentu tapi mengatasnamakan rakyat.

Rifa'i juga menegaskan, jika persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan di internal dewan, pihaknya dari AMCB akan mengambil sikap untuk melakukan aksi damai.

"Sikap dalam bentuk aksi damai ini akan dilakukan untuk menunjukkan bahwa masyarakat Balikpapan masih cinta terhadap wakil rakyatnya. Kami tidak mau wakil rakyat kami melakukan manuver yang justru tidak memihak pada kepentingan masyarakat Balikpapan," tegasnya.


Rifa'i juga menegaskan, jika dalam waktu dekat ini persoalan tersebut tidak juga selesaikan dan tidak menunjukkan sebuah kinerja bahwa wakil rakyat bekerja untuk rakyat, maka pihaknya sebagai rakyat Kota Balikpapan yang tergabung dalam AMCB akan turun ke jalan.

"AMCB akan turun ke jalan bersama elemen masyarakat lainnya dengan undangan terbuka, akan bersikap kepada wakil rakyatnya untuk memberi sebuah himbauan kepada mereka, bekerjalah yang baik untuk rakyat. Jangan diselingi dengan agenda-agenda tertentu yang justru akan merugikan rakyat Balikpapan," serunya.

Sejumlah Ormas dan LBH yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cinta Balikpapan gelar konferensi pers, Kamis (24/2/2023).
Sejumlah Ormas dan LBH yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cinta Balikpapan gelar konferensi pers, Kamis (24/2/2023).

Aksi yang akan dilakukan paling lambat Minggu depan jika tidak terjadi aksi damai dan kinerja yang menunjukkan mendukung rakyat Kota Balikpapan.

Sementara itu, LBH Gepak Kuning, Kahar Juli mengatakan, persoalan mosi tidak percaya ini yang terjadi di internal lembaga wakil rakyat itu sebenarnya tidak perlu disebarluaskan ke luar dewan.

"Jangan sampai persoalan ini dijadikan sebagai wadah mencari suara di luar. Padahal persoalan internal itu dapat diselesaikan bersama, kalau persoalan internal kan bisa diselesaikan secara internal. Yang keluar itu cukup kerja dan kerja anggota DPRD," serunya.

Apalagi saat ini dengan adanya IKN (Ibu Kota Nusantara) pertumbuhan penduduk mulai bertambah dan terjadi kemacetan. "Coba DPRD itu berpikirnya ke arah itu. Jangan sampai di internal dewan tidak kompak lagi. Apalagi dengan masa jabatan kurang setahun lagi, jangan sampai mencari suara diluar tapi didalam digembosi," tegasnya.

Seharusnya sebagai DPRD yang merupakan wakil rakyat itu harus kompak. Kalau ada permasalahan dapat dilakukan secara aturan saja. Mosi tidak percaya tidak ada dampaknya terhadap politik apapun, tapi hanya akan menyebabkan internal dewan menjadi tidak baik.

"Kalau anggota DPRD tidak harmonis itu bagaimana, jika didalam internal dewan sudah tidak harmonis lagi, malah berkelahi di dalam. Damai saja," ungkapnya.

Selaras dengan Ketua Barmuda Balikpapan, Yudiansyah menyatakan, sikap beberapa fraksi DPRD Kota Balikpapan karena ketidakpuasan dalam berkomunikasi dengan pimpinannya.

Sebenarnya persoalan itu bisa dibicarakan secara internal. Mengingat, waktu masa jabatan kurang lebih satu tahun, seharusnya tetap menjaga situasi tetap kondusif dan tidak membuat gaduh.

"Apakah ini murni dari uneg-uneg mereka, ataukah mungkin ada sesuatu yang lain, kita juga tidak tahu. Kami menolak keras masalah itu. Kita berkumpul untuk mencari solusi juga terkait persoalan itu," tutupnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar