BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Data menunjukkan perkembangan aktivitas di sektor kepariwisataan Kalimantan Timur (Kaltim) khususnya di Kota Balikpapan.
Hal ini diperoleh dari hasil diskusi yang dilakukan Kanwil V KPPU dengan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Balikpapan pada Rabu, 22 Februari 2023.
Berdasarkan angka-angka indikator di sektor pariwisata sementara ini menunjukkan adanya pertumbuhan positif seperti tercapainya target kedatangan wisatawan di Balikpapan yang lebih tinggi sekitar 25% dari target yang ditetapkan sebelumnya.
Menurut data yang dirilis dari BPS (Badan Pusat Statistik), selama Januari-November 2022, jumlah wisman sebanyak 336 orang atau naik 69,70 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Provinsi Kalimantan Timur pada bulan November 2022 tercatat 66,51 persen, naik 3,06 poin dibanding TPK November 2021.
Selain indikator dimaksud, data dari pelaku di sektor perhotelan juga terlihat mulai bergairahnya aktivitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di kota minyak ini.
Pada akhir tahun 2022 hingga awal 2023 ini, Kaltim banyak menjadi tuan rumah dari berbagai kegiatan pertemuan maupun rapat kerja oleh berbagai pihak, yang tentu saja karena pengaruh dipilihnya Kaltim sebagai lokasi IKN.
Bisa dibilang, IKN menjadi daya tarik untuk kedatangan orang ke Kaltim, selain melakukan kegiatan pertemuan bisnis juga tentu menyempatkan diri untuk melihat ke lokasi IKN berada, untuk berswafoto dan men-share ke platform media sosial masing-masing.
Hadirnya kunjungan masyarakat karena MICE ini memberikan multiplier effect ke sektor kepariwisataan lainnya, seperti usaha penunjang misal jasa akomodasi dan transportasi, jasa boga seperti restaurant dan catering, produk oleh- oleh lokal baik produk makanan minuman (mamin) olahan maupun produk non mamin serta jasa objek wisata.
Salah satu objek wisata yang dikembangkan bagi wisatawan di Balikpapan adalah wisata susur teluk Balikpapan dan Pantai Manggar. Animo wisatawan terhadap wisata tersebut cukup positif.
Potensi tumbuhnya sektor pariwisata dari IKN ini terlihat dari angka jumlah penumpang baik melalui moda angkutan udara atau laut. Rilis data BPS menunjukkan selama Januari-November 2022, jumlah penumpang domestik sebanyak 1.872.847 orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 2.849 orang, masing-masing naik 66,32 persen dan 2.091,54 persen dibanding periode yang sama tahun 2021.
Sebagaimana diketahui, terdapat lima bandara yang melayani penumpang di wilayah Kaltim, terdiri dari bandara Badak Bontang, bandara Kalimarau Berau, bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, bandara Melalan Kutai Barat, bandara APT Pranoto Samarinda dan bandara Datah Dawai Mahakam Ulu.
Sedangkan untuk jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri, selama Januari-November 2022, jumlah penumpang mencapai 391.825 orang atau naik 81,36 persen dibanding periode yang sama tahun 2021 yang diamati dari tiga pelabuhan, terdiri dari pelabuhan Semayang, pelabuhan Lhok Tuan dan Tanjung Laut, dan pelabuhan Samarinda.
Peluang besar Kaltim dalam menangkap potensi kepariwisataan dari efek IKN di Kaltim di masa depan harus dilakukan dengan menyiapkan daya saing dari para pelaku usaha yang bergerak di sektor pariwisata.
Pemerintah dapat mendukung dengan melakukan kebijakan atau regulasi yang tepat dan mendukung dari sisi persaingan usaha yang sehat di sektor ini.
Sektor pariwisata Kaltim harus segera disiapkan untuk menerima IKN effect, semakin banyaknya arus orang masuk ke Kaltim. Tentu sektor pariwisata juga harus didukung sektor lain. Dimulai dari pelayanan dan penyediaan sarana transportasi yang banyak pilihan dan kompetitif.
Kanwil V menyoroti konektivitas transportasi dari Kaltim ke tujuan wisata lain di Kalimantan, misalnya ke Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan atau Kalimantan Tengah yang cukup tinggi tarifnya.
Saat ini tarif pesawat menuju daerah wisata juga cukup mahal dan terbatas seperti contoh wisata ke derawan dan maratua di Kabupaten Berau dari Balikpapan (Pulang pergi) hanya menyediakan penerbangan dari sedikit maskapai dan itupun tarif lumayan tinggi.
Sehingga hal ini perlu diperhatikan agar transportasi udara ke beberapa daerah di Kaltim diperhatikan tujuannya agar harga kompetitif dan adanya pilihan lain sehingga menarik minat banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin berkunjung ke Kaltim.
Perhatian kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah tentu menjadi prioritas utama agar dapat berperan sebagai aktor utama berkembangnya sektor pariwisata Kaltim ke depan, mampu bersaing dengan para pelaku usaha besar dan investor besar yang bersiap masuk ke kawasan IKN dan sekitarnya.
Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Balikpapan sepakat dengan KPPU, dimana Pemerintah Kota Balikpapan mengembangkan produk usaha mikro kecil dan menengah agar dapat mengakses peluang di perhotelan dan tempat wisata lainnya.
"Apabila kita melihat hasil studi Indeks Persaingan Usaha (IPU) pada tahun 2022 yang dilakukan KPPU bekerjasama dengan Universitas Padjajaran, diketahui bahwa Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum di Kaltimmenunjukkan indeks persaingan usaha yang tinggi," ucapnya.
Artinya para pelaku usaha di sektor ini telah melakukan persaingan yang sehat dan kompetitif. Indeks yang tinggi pada sektor tersebut menunjukkan adanya struktur pasar yang kompetitif antara lain jumlah pelaku usaha (pemasok) banyak, relatif rendahnya hambatan masuk industri/pasar, relatif rendahnya konsentrasi pasar dan banyaknya varian produk dalam sektor tersebut.
Dengan demikian, karakteristik tersebut akan menghasilkan perilaku industri sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang sehat dan menghasilkan kinerja pasar yang baik, antara lain peningkatan efisiensi, produktivitas serta profitabilitas yang wajar.
Dalam kesempatan sebelumnya, Ketua KPPU telah menyampaikan lima upaya peningkatan iklim usaha menuju arah yang sehat dan bersaing.
Kelima upaya dimaksud adalah meningkatkan insentif perusahaan untuk mengurangi biaya, transparansi dalam harga antar pesaing, memfasilitasi konsumen untuk kritis, mengurangi hambatan berusaha sehingga mempermudah perusahaan untuk masuk dan keluar pasar, serta meningkatkan keinginan perusahaan untuk berinovasi.
Saat ini Pemerintah Kota juga sedang menyusun rencana pelatihan dan bimbingan kepada tour guide pemandu wisata lokal Balikpapan, agar dapat memandu turis yang datang sehingga kedepannya dengan adanya turis guide ini dapat mempromosikan pariwisata di Kota Balikpapan.
Untuk itu ke depan, Kanwil V siap bersinergi dengan pemangku kepentingan tidak hanya di Balikpapan namun juga seluruh Kaltim, sehingga mendorong kegiatan usaha di sektor kepariwisataan yang sehat dan kompetitif bagi semua pihak.
Terkait dengan sektor kepariwisataan ini, peran KPPU akan lebih banyak kepada pengawasan atas perilaku pelaku usaha dan melakukan penegakan hukum, atas perilaku yang melanggar. Dari sisi kebijakan, KPPU lebih banyak memberikan rekomendasi kebijakan persaingan kepada Pemerintah.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar