BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) H Isran Noormenegaskan bahwa Ibu Kota Negara (IKN) itu adalah milik generasi bangsa dan keturunan sampai kapanpun. Bahkan, keberadaan IKN itu adalah milik Bangsa Indonesia.
"Kita akan bangun Ibu Kota itu dengan kondisi yang menurut saya adalah sebuah kota terbaik di dunia ini, karena dia berada di dalam hutan dan hutan dalam kota. Kita punya komitmen pembangunan IKN tidak merusak lingkungan karena di bangun dikawasan hutan produksi bukan hutan alam," jelasnya saat memberikan sambutan pada Tasyakuran Harlah (Hari Lahir) ke 50 Partai Persatuan Pembangunan (PPP), di Ballroom Hotel Grand Senyiur, Senin (23/1/2023).
Kaltim merupakan provinsi yang memiliki masyarakat heterogen, harmonis kehidupannya, damai. Tidak pernah terjadi konflik antar suku.
"Bahkan, sesungguhnya Kaltim itu wadah awal administrasi pemerintahan tertua sebelum merdeka, yang namanya Kutai," ujarnya.
Saat ini, IKN sedang tahap pembangunan konstruksi bangunan-bangunan. "Sekarang sudah lebih kurang 15 persen. Nanti kota itu akan di bangun. Kita akan berinteraksi dengan alam disana," ucapnya.
Seperti halnya disana masih banyak monyet, satwa unggas, orang utan, beruang bahkan banyaknya populasi orang utan di sana sehingga dipindahkan.
Gubernur dengan kerendahan hati meminta kepada masyarakat Kaltim, khususnya PPP bantu pemerintah untuk menjaga harmonisasi, kedamaian dan kebersamaan. Apalagi Kaltim ditetapkan sebagai IKN Nusantara.
"Kita harus pelihara itu, dukung sepenuhnya. Jangan ada tokoh PPP Kaltim yang menolak dan mengomentari negatif tentang IKN," terangnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar