"Produksi FABA kami setiap harinya kisaran 100-150 ton. Ini adalah potensi yang dapat dimanfaatkan menjadi hal-hal yang produktif. Ini bisa dimanfaatkan oleh siapa saja," ujarnya.
Abdul Salam mengungkapkan selain digunakan sebagai material konstruksi juga dapat digunakan untuk menyuburkan tanah, sehingga tanaman menjadi subur. "Dapat meningkatkan PH tanah," ucapnya.
Ia berharap kedepan Kampoeng FABA tidak berhenti hanya sampai disini tetapi terus berkelanjutan, sehingga dapat menjadikan perputaran ekonomi di masyarakat sekitar.
"Terima kasih atas kerja sama yang kita lakukan selama ini dan berharap jauh lebih berkembang kedepannya," ujarnya.
Sementara itu, Manager UPDK Balikpapan Oetnil Marrung menjelaskan bahwa syarat pengambilan FABA di PLTU dengan cara membuat berita acara terlebih dahulu. Saat ini masih bersifat gratis.
"Silahkan datang saja ke PLTU dengan bersurat. Kami akan membuat berita acara, karena FABA ini harus kami monitor berapa banyak yang keluar dari PLTU," terangnya.
Pada kesempatan itu, Abdul Salam Nganro, menyerahkan secara simbolis alat cetak batako dan Purchase Order pertama dari PT Etika Jaya Property.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar