Berita Pemkab Paser

Rapat Paripurna APBD-P 2022, Fahmi Fadli: Optimalkan Serapan Anggaran dengan Prinsip 3E  

Dihadiri Bupati Paser dr Fahmi Fadli, Wakil Bupati Paser Hj Syatifah Masitah Assegaf. Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi bersama Wakil Ketua DPRD Paser Abdullah, dan Wakil Ketua DPRD Paser Fadli Imawan. Foto: HO/Humas Pemkab Paser.
Dihadiri Bupati Paser dr Fahmi Fadli, Wakil Bupati Paser Hj Syatifah Masitah Assegaf. Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi bersama Wakil Ketua DPRD Paser Abdullah, dan Wakil Ketua DPRD Paser Fadli Imawan. Foto: HO/Humas Pemkab Paser.

Terhadap berbagai catatan penting yang diajukan DPRD Paser, Fahmi Fadli lebih lanjut mengatakan bahwa Pemkab Paser akan melakukan evaluasi, dalam rangka memaksimalkan setiap potensi yang dimiliki guna pelaksanaan pembangunan.

Kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Paser, Fahmi Fadli berpesan agar dapat mengupayakan intensifikasi dan ekstensifikasi seluruh sumber-sumber pendapatan, sehingga dapat mencapai target yang telah ditetapkan.

"Agar dapat melaksanakan pengeluaran anggaran belanja yang selalu berpedoman kepada prinsip Efektif, Efisien dan Ekonomis (3E) serta ketentuan dan peraturan yang berlaku," ucapnya.

Selain itu, Fahmi Fadli juga berpesan agar OPD Pemkab Paser untuk mengoptimalkan serapan anggaran pelaksanaan pembangunan.

Raperda Perubahan APBD Kabupaten Paser TA 2022, disetujui bersama untuk ditetapkan menjadi Perda Perubahan APBD Paser TA 2022 pada Rapat Paripurna DPRD Paser, Rabu (7/9/2022). Foto: HO/Humas Pemkab Paser.
Raperda Perubahan APBD Kabupaten Paser TA 2022, disetujui bersama untuk ditetapkan menjadi Perda Perubahan APBD Paser TA 2022 pada Rapat Paripurna DPRD Paser, Rabu (7/9/2022). Foto: HO/Humas Pemkab Paser.

"Untuk capaian program kerja hampir mencapai 50 persen. Inilah yang juga perlu dilakukan penyesuaian, sehingga visi Kabupaten Paser yang Maju Adil dan Sejahtera (Paser Mas) dapat terwujud," pungkasnya

Untuk diketahui, Perubahan APBD Paser TA 2022 dengan komposisinya, yakni sisi Pendapatan setelah Perubahan sebesar Rp 2,5 triliun lebih, Belanja setelah Perubahan Rp 2,9 triliun lebih, sisi Penerimaan Pembiayaan setelah Perubahan Rp 383 miliar lebih, dan sisi Pengeluaran Pembiayaan setelah Perubahan Rp 11,5 miliar lebih. (Adv)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar