Permasalahan pengangguran merupakan masalah nasional yang perlu diselesaikan secara tepat baik oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota maupun instansi lintas sektoral.
Apalagi semakin ketatnya persaingan antar Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak dibarengi dengan tersedianya lowongan kerja yang memadai, sehingga ikut berkontribusi terhadap tingginya tingkat pengangguran di Kota Balikpapan yang saat ini mencapai 8,94 persen.
Adapun pencari kerja yang sudah terdaftar saat ini sebanyak 1.473 orang dari 1.975 lowongan yang tersedia, sehingga masih tersedia sekitar 500 orang. Dengan adanya kesempatan ini, masyarakat Kota Balikpapan seharusnya antusias.
"Kita sudah berusaha memberikan kesempatan kepada anak-anak kita. Ini menjadi catatan untuk kita semua. Tuntutan masyarakat Kaltim khususnya Kota Balikpapan yang selalu mengatakan dimana putera daerah mau bekerja kalau tidak diberikan kesempatan atau peluang. Sudah terjawab pada hari ini," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Disnaker Balikpapan Agung Budi Wibowo mengatakan maksud dan tujuan diselenggarakan Bursa Pameran Kerja, untuk mempertemukan pemberi kerja dengan pencari kerja dan untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Balikpapan.
Dari 1.975 lowongan pekerjaan yang disediakan, terdapat 442 jabatan yang disiapkan.
Disnaker Kota Balikpapan akan melaksanakan Job Market Fair kedua secara daring atau online di bulan Desember 2022. Kemudian, pada bulan Oktober 2022 akan melaksanakan Apprentice Market Fair (AMF) atau pemagangan, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi bagi pencari kerja, sehingga diharapkan perusahaan dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar