BorneoFlash.com, SENDAWAR - Dua warga diduga tenggelam saat pergi mencari ikan di Kampung Tering Lama Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sigap terjun melaksanakan pencarian bersama kepolisian, aparat kampung, dan masyarakat setempat.
Kepala BPBD Kubar melalui Kasi Kedaruratan, Seldas menjelaskan bahwa kejadian yang diduga tenggelam tersebut pada minggu, 28 Agustus 2022 pukul 03:45 Wita, yang mana menggunakan kapal ketinting untuk mencari ikan di perairan sungai Mahakam.
"Laporan masuk ke BPBD pukul 16:05 wita, dan langsung kami tindaklanjuti dan menggerakkan personel untuk pencarian dari semalam. Dan pada hari ini sebanyak 20 personil dikerahkan untuk melaksanakan penyisiran dengan radius mencapai 5 kilometer," bebernya.
Dan dua warga korban tersebut merupakan mertua dan menantu yakni Alfonsius Satuq (54 tahun) dan Rizky Saputra (22 tahun) sedang mencari ikan tersebut tidak kembali hingga pukul 14:00 wita siang.
Pihak keluarga langsung melaporkan kepada aparat kampung kemudian aparat kampung mengkomunikasikan dengan Polsek setempat dan BPBD Kubar.
"Jadi kami berkoordinasi dengan Polairud, Satpol PP, Polsek, Koramil dan Camat. Apabila di hari ke empat tidak ada perkembangan maka akan dilanjutkan dengan menyisir darat. Karena siapa tau mereka ada naik ke darat. Semoga hari ini atau besok dapat segera ditemukan," ucap Seldas.
Di lapangan, Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Mateus Ramos juga menjelaskan bahwa posko bersama ditempatkan di kapal yang disediakan oleh masyarakat.
Dan tim melaksanakan pencarian yang dimulai sejak pukul 08:00 pagi dan dihentikan pukul 18:00 sore. Pada malam hari tim akan standby di posko.
"Dikatakan oleh keluarganya bahwa pakaian terakhir yang dikenakan oleh Pak Alfon mengenakan jaket berwarna merah sedangkan Rizky mengenakan jaket berwarna hitam. Karena tidak ada saksi mata jadi kami masih meraba. Dan saat ini pencarian masih nihil," ungkap Mateus Ramos.
Lalu, Istri dari Alfonsius Satuq, Mariati Keting (49 tahun) mengatakan bahwa memang keseharian dari bapak adalah seorang nelayan dan disebutkannya bahwa suami memiliki riwayat diabetes.
"Waktu berangkat bapak sehat aja. Hal ini tidak pernah terjadi. Dan keduanya bisa berenang," bebernya kepada awak media saat diwawancarai seusai mengikuti penyisiran bersama keluarga.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar