“Latgabma Super Garuda Shield mendorong kerjasama regional maupun internasional serta interaksi budaya, mempertahankan tingkat kesiapan kekuatan militer yang tinggi bagi negara peserta dalam latihan,” ungkapnya.
Dijelaskan oleh Panglima TNI, Komponen latihan meliputi: Latihan Lapangan Infanteri (FTX), Keterlibatan Medis, Latihan Gabungan Penembakan dengan Peluru Tajam (CALFX), Penangkal Bahan Peledak Improvisasi (C-IED), Bahan Peledak (EOD), Penerbangan dan Pertukaran Ahli Materi Pokok (SMEE).
Serta Latihan Gabungan Matra yaitu: Latihan Operasi Amfibi (AMPHIBEX), Latihan Cooperative Deployment (CODEP), Himars Rapid Infiltration/ Caesar Rapid Infiltration (HI-RAIN/C-RAIN), Austere Airfield Ops dan Operasi Lintas Udara.
Sementara itu Kasdam VI/Mlw Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan yang diwawancarai oleh dengan awak media menjelaskan Latma Super Garuda Shield Tahun 2022 berlangsung dari tanggal 1 hingga 14 Agustus 2022 dan dilaksanakan di 4 titik latihan yakni Amborawang Balikpapan,
Puslatpur Kodiklad Baturaja (Sumsel), Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang) dan di Dabo Singkep Kepulauan Riau dan melibatkan 13 negara. Untuk Latma di Balikpapan hanya melibatkan TNI-AD dan US Army dan dilaksanakan di Daerah Latihan Amborawang Kodam VI/Mlw.
Ditegaskan oleh Kasdam, pasukan Kodam VI/Mlw yang terlibat dalam Latma ini adalah Yonif 623/BWU dengan menerjunkan 306 personel sedangkan dari US Army 173 personel. Sedangkan materinya adalah Ops Serangan (Field Trainning Exercise FTX) dan Latihan Menembak Senjata Bantuan (Life Fire Exercise).
(BorneoFlash.com/HRT/Pendam6)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar