Hal ini sudah dilakukan seperti pelatihan cara memasak untuk mempersiapkan makanan bagi tenaga kerja sebanyak 250 ribu pekerja yang akan terlibat dalam pembangunan IKN. “Cara masak ini juga perlu, apalagi disitu kan ada pekerja macam-macam,”
Pada kesempatan itu, Ketua Bidang Koordinasi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dari Tim Transisi Otorita IKN Dr Diani Sandiawati mengatakan bahwa, tujuan dari Amdal ini untuk memastikan bahwa dampak dari lingkungan harus benar-benar yang memberikan kesejahteraan dan lingkungan yang baik dalam rangka pembangunan IKN.
“Kita ingin mendapatkan masukan dari masyarakat dari lingkungan sekitar, sehingga jika terjadi hal-hal yang perlu diperbaiki tentunya akan kita lakukan. Kita kan sudah punya rencana induk yang akan menjadi pegangan, kajian lingkungan strategis juga sudah ada dan Amdal ini berdasarkan dari KLHS,” terangnya.
Tim penyusun Amdal yang telah dibentuk Kementerian PUPR akan hadir ke masyarakat untuk menggali berbagai informasi, dari hasil kajian yang telah dilakukan selama ini. “Itu harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, amdal ini sejalan dengan pembangunan IKN yang dilakukan tentunya ini menjadi sangat penting, karena satu syarat sesuai dengan Undang-Undang harus dilakukan, sehingga tidak bisa tidak. Dalam rencana induk itu targetnya 20 persen yang bisa dipakai dan 80 persen Ruang Terbuka Hijau.
“Kita akan membentuk Kota Hutan, Smart Forest, Kota berkelanjutan dan ini sangat berkaitan dengan lingkungan. Jadi kenapa analisa mengenai dampak lingkungan menjadi sangat penting,” terangnya.
(BorneoFlash.com/Niken)





