“Saat ini perkembangan seni tari dan musik mengalami stagnansi yang ditambah lagi dengan kondisi pandemi Covid-19.
Oleh karenanya, untuk itu Dispar berupaya mengaktifkannya kembali dan menggabungkannya dengan objek dan tempat wisata alam maupun buatan di Kubar,” jelasnya.
Diharapkan melalui pelatihan ini nantinya di setiap objek dan tempat wisata mempunyai aktivitas kebudayaan yang salah satunya dari seni tari dan musik.
Sehingga ini nantinya juga akan berdampak pada peningkatan ekonomi kreatif masyarakat.
“Jadi nantinya selain meningkatkan ekonomi kreatif dengan melakukan pertunjukan seni dan budaya. Juga sebagai ajang promosi terhadap seni dan budaya serta objek atau tempat wisata di wilayahnya. Untuk semakin meningkatkan kunjungan wisatawan lokal hingga mancanegara,” tandasnya.
(BorneoFlash.com/Lis)





