Selanjutnya pelancong dikejutkan dengan bentangan mahakarya Jembatan Pulau Balang penghubung Balikpapan dan Penajam.
“Potensi wisata Teluk Balikpapan sampai saat ini belum ada pihak yang menggarapnya secara profesional menjadi destinasi wisata unggulan,” ujar Arief dan diamini Abdul Majid.
Menurut Mustaqim, pengusaha lokal harus hadir dalam pengembangan wisata Teluk Balikpapan.
“Destinasi wisata Teluk Balikpapan mampu menjadi wisata unggulan Balikpapan, kalau ada investor yang serius dan profesional menjalankan,” ujarnya.
Selain disuguhkan pesona alam Teluk Balikpapan, rombongan pelaku pariwisata dan MICE juga berkesempatan untuk melakukan kunjungan ke kantor Balikpapan Coal Terminal, Tanjung Batu.
Kegiatan kunjungan ini diakhiri dengan paparan tentang Balikpapan Coal Terminal yang dimiliki oleh PT Bayan Resource.
Syahbudin Noor menjelaskan tentang keberadaan Balikpapan Coal Terminal dimiliki dan dioperasikan oleh Bayan Group dan berlokasi di Balikpapan, Kaltim.
BCT merupakan salah satu terminal batubara terbesar di Indonesia, dengan posisi strategis di jantung industri batubara Indonesia.
BCT tidak dikhususkan untuk tambang apa pun dan dapat menerima batubara dari berbagai sumber.
Salah satu manfaat utama fasilitas ini adalah dapat mencampur batubara secara homogen dari banyak stockpile saat pemuatan kapal berlangsung untuk memberikan spesifikasi yang diminta pelanggan.
(BorneoFlash.com/*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar