BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), menggelar pemilihan putra putri duta tari Kaltim tahun 2022, dengan mengusung tema menari menginspirasi yang berlangsung di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Sabtu (21/5/2022) malam.
Pemilihan putra putri duta tari Kaltim 2022 merupakan program Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim pertama. Diikuti oleh delapan Kabupaten Kota seluruh Kaltim dengan jumlah peserta ada 19 peserta yang terdiri dari delapan putra dan 11 putri.
"Ada dua Kabupaten Kota yang tidak mengikuti yaitu Bontang dengan Kutai Kartanegara," ujar panitia putra putri duta tari Kaltim Sukowibowo didampingi Kepala Seksi Kesenian Bidang Kebudayaan Disdikbud Provinsi Lucia Dyah kepada tim BorneoFlash.Com, Sabtu (21/5/2022) siang.
Kendati begitu, tahun sebelumnya terdapat empat perwakilan Kabupaten Kota yang tidak mengikuti, artinya tahun ini animo peserta dari Kabupaten Kota sudah bertambah.
"Alhamdulillah, sudah bertambah animonya untuk mengikuti pemilihan duta tari," ucapnya.
Pemilihan putra putri duta tari Kaltim 2022 ini bertujuan bukan hanya memilih peserta yang bisa menari saja, melainkan penari dari sisi wawasan, sikap.
"Teman-teman yang terpilih atau yang menjadi peserta bukan pemenang kategori 1-3 tapi mereka sebenarnya sudah pemenang, untuk dirinya sendiri. Pemenang ini akan mewakili duta tari nasional," tambahnya.
Selain itu juga, pemilihan ini digelar untuk mencari sosok penari yang bisa menginspirasi generasi muda dan generasi ke depan agar bisa melestarikan dan mencintai budaya Indonesia.
"Penari itu tidak sekedar menari tetapi menari itu punya cara,pengetahuan, sikap," ungkapnya.
Apalagi saat ini, budaya luar negara banyak masuk di negara Indonesia khususnya Kaltim, sehingga berdampak pada anak-anak muda. Melalui kegiatan ini budaya Indonesia khususnya seni tari tetap terjaga.
"Para peserta maupun masyarakat Indonesia khususnya Kaltim tidak berhenti untuk mencintai seni tari, karena di tangan dan bahu mereka perkembangan tari menjadi tanggung jawab mereka sebagai penerus budaya di Indonesia," serunya.
Ia mengungkapkan, para peserta sebelum memasuki babak grand final mengikuti beberapa tahapan seperti materi pembekalan yakni basic catwalk, manner, olah tubuh, latihan koreografi, seni budaya termasuk interview.
"Ada tiga proses penilaian yang dilakukan saat ini, mulai dari penjurian satu lebih pada teknik menarinya dan penjurian sesi duanya interview, untuk memperdalam si penari terhadap dunia tari. Proses penjurian ketiga Grand Final untuk menentukan enam besar," paparnya.
Peserta yang mengikuti ini tidak hanya berasal dari sanggar seni tetapi juga peserta yang belajar secara mandiri.
(BorneoFlash.com/Niken)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar