Selain itu juga, anak-anak tidak perlu khawatir dengan tes kelulusan Asesmen Nasional yang sekarang digunakan tidak bertujuan untuk menghukum guru atau murid.
Tetapi sebagai bahan refleksi agar guru terus terdorong untuk belajar, supaya kepala sekolah termotivasi, untuk meningkatkan kualitas sekolahnya menjadi lebih inklusif dan bebas dari ancaman tiga dosa besar pendidikan.
"Dampaknya sekarang tidak ada lagi batasan ruang dan dukungan untuk berekspresi untuk terus menggerakkan pemajuan kebudayaan," terangnya.
Semua perubahan positif yang diusung bersama tidak hanya dirasakan oleh orang tua, guru, murid di Indonesia.
Tetapi sudah digaungkan sampai ke negara-negara lain melalui Presidensi Indonesia di Konferensi tingkat tinggi G20.
"Tahun ini kita membuktikan diri bahwa kita tidak hanya menjadi pengikut tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia," paparnya.
(BorneoFlash.com/Niken)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar