Yang mengherankan lanjut Yuli, Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki Sumber Daya Alam (SDA) perkebunan kelapa sawit. Namun, kenyataannya minyak goreng langka.
"Kenapa kita begitu susahnya. Pemerintah penting sekali memperhatikan ini. Tolong Bapak Jokowi dan Wali Kota (Balikpapan) masyarakat Balikpapan khususnya ibu-ibu dan pelaku usaha sangat menderita mengenai hal ini," ujar wanita Berhijab Ini menjawab dengan ramahnya.
Pemerintah untuk segera menyikapi kelangkaan dan menemukan penyebab kelangkaan ini, sehingga tidak berkelanjutan secara terus menerus.
"Apakah minyak goreng ini memang langkah sesungguhnya sehingga harga menjadi naik atau memang ada yang menimbun minyak goreng untuk membuat kita susah.
Bagaimana Pemerintah menyikapi ini, karena ini bukan hanya menjadi sesuatu yang prihatin tapi sudah membuat kita susah. Apakah benar Indonesia seperti ini," tegas Yuli.
Ketua IWAPI DPC Kota Balikpapan meminta Bapak Presiden dan Bapak Walikota Balikpapan untuk bisa menindaklanjuti terkait kelangkaan minyak goreng yang ada di Kota Balikpapan, supaya harga minyak goreng bisa kembali stabil.
Prihatin dan sangat prihatin dengan keadaan ini, apalagi beberapa minggu lagi seluruh umat islam akan menyambut Bulan Suci Ramadhan tentunya kebutuhan minyak goreng sangat dibutuhkan bagi pelaku usaha dan para ibu-ibu.
"Mudah-mudahan ini menjadi perhatian Pemerintah dalam hal ini Bapak Presiden, Bapak Walikota dan Kementerian agar dapat disikapi supaya masyarakat Indonesia tidak kehausan dan kelaparan hanya karena minyak saja," pungkasnya.
(BorneoFlash.com/Niken)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar