Berita Balikpapan Terkini

PTM Sekolah dan Perguruan Tinggi Kembali di Buka 50 Persen   

lihat foto
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah Dasar (SD) Negeri 003 Jl Wiluyo Puspoyudo, Klandasan Ulu, Balikpapan Kota beberapa waktu lalu. Foto : BorneoFlash.com/DOK.
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah Dasar (SD) Negeri 003 Jl Wiluyo Puspoyudo, Klandasan Ulu, Balikpapan Kota beberapa waktu lalu. Foto : BorneoFlash.com/DOK.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Kota Balikpapan kembali menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah dengan kapasitas 50 persen berlaku Senin (6/3/2022).

"Insyaallah, hari senin kita buka 50 persen Paud, SD, SMP sampai Perguruan Tinggi," jelas Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud usai rapat koordinasi secara virtual dengan Kemenko Perekonomian membahas perkembangan kasus Covid-19 dan evaluasi PPKM di luar Jawa Bali di Ruang VIP Room Wali Kota Balikpapan, Minggu (6/3/2022) sore.

Wali Kota Balikpapan menyampaikan, perkembangan kasus Covid-19 di Kota Balikpapan sudah mulai menurun dari sebelumnya yang sempat mengalami kenaikan kasus.

Terlihat dari angka keterisian tempat tidur rumah sakit maupun isolasi terpadu (isoter) di Kota Balikpapan di bawah angka nasional.

Ia berharap, dengan menurunnya kasus Covid-19 maka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Balikpapan ikut mengalami penurunan.

Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas
Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud. Foto: BorneoFlash.com/Niken.

"Mudah-mudahan dalam penetapan PPKM nanti Balikpapan bisa turun ke level I atau II. Kalau liat perkembangan bisa turun," ujarnya.

Meski demikian, masyarakat Balikpapan tetap mentaati Protokol Kesehatan (Prokes) karena jika terjadi kenaikan kasus Covid-19 maka Pemerintah pusat akan menaikkan level PPKM. Tentunya, akan berdampak pada pembatasan aktivitas masyarakat.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty mengatakan kasus Covid-19 di tingkat sekolah Paud hingga SMP sudah tidak ditemukan, karena pada saat diketahui adanya penularan kasus Covid-19 di sekolah langsung segera ditutup.

"Yang ada tersisa tinggal cluster keluarga, karena sekolah udah ditutup," terangnya.

Begitu juga dengan Perguruan Tinggi sudah menurun. Saat ini, hanya berjumlah sembilan orang sebelumnya sebanyak 54 orang.

"Setelah ditutup Perguruan Tinggi menurun (kasus Covid-19) significant. Kita menemukan sembilan kasus mahasiswa lagi," imbuhnya.

Apabila ditemukan kembali kasus Covid-19 di sekolah atau perguruan tinggi, maka akan mengikuti Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dr Andi Sri Juliarty. Foto: BorneoFlash.com/Niken.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dr Andi Sri Juliarty. Foto: BorneoFlash.com/Niken.

"Kalau di SKB empat menteri satu kelas yang akan ditutup, tetapi tergantung juga kontak eratnya. Kan kita tracing kalau anaknya ada bermain ke kelas jadi tergantung dari tracing," terangnya.

Secara keseluruhan, Dio sapaan karibnya menyebutkan sejak bulan Januari-Maret 2022 kasus Covid-19 untuk di tingkat SD usia 7-12 berjumlah 304 kasus, SMP dengan usia 13-15 tahun 216 kasus dan SMK/SMA usia 16-18 tahun sebanyak 356 kasus.

(BorneoFlash.com/Niken)
Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar