BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Calon jemaah haji melaksanakan vaksinasi booster di Gedung Kesenian, Jumat (4/3/2022).
Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty dan Kepala Kementerian Agama Balikpapan H Johan Marpaung meninjau pelaksanaan vaksinasi tersebut.
Wali Kota Balikpapan menyampaikan, vaksinasi ini sebagai bentuk ikhtiar bagi calon jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci Makkah di saat Pandemi Covid-19.
"Mudah-mudahan Pandemi Covid-19 ini tidak mengurangi semangat dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, untuk menunaikan rukun islam yaitu berangkat haji bagi yang mampu," ucapnya.
Pelaksanaan vaksinasi booster yang mulai digelar sejak saat ini, untuk memenuhi syarat keberangkatan calon jemaah haji.
Ketika Pemerintah pusat memperbolehkan jemaah haji berangkat di tahun 2022 ini, calon jemaah haji Balikpapan sudah siap dengan kelengkapan vaksinasi booster.
"Saya dengar jemaah umrah sudah berangkat juga dan saya dengar mulai 01 April 2022 sudah tidak ada karantina," imbuhnya.
Kesempatan jemaah haji untuk berangkat ke tanah suci terbuka lebar dengan tidak diberlakukan karantina.
Pasalnya, sebelumnya karantina berlaku selama tujuh hari. Meskipun di tengah Pandemi Covid-19, antusias masyarakat yang melaksanakan ibadah umrah dan Haji tinggi.
"Mudah-mudahan Bapak Ibu dapat berangkat haji tanpa ada halangan. Dengan ridho Allah kita bisa mampu menunaikan ibadah Haji tahun ini," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Balikpapan H Johan Marpaung mengatakan calon jemaah haji yang akan mengikuti vaksinasi Booster sebanyak 542 orang terkecuali bagi calon jemaah yang sudah duluan vaksinasi Booster.
Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan, apabila Pemerintah Pusat mengeluarkan pengumuman persyaratan pelaksanaan vaksinasi booster bagi jemaah haji.
"Jangan baru ada pengumuman baru melakukan vaksinasi," terang Johan.
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Suharto Bajuri mengungkapkan bahwa calon jemaah haji Kota Balikpapan ini cukup sabar menunggu jadwal keberangkatan ke tanah suci Mekkah. Pasalnya, sudah dua tahun keberangkatan haji tertunda.
"Mudah-mudahan tahun ini ada keberangkatan. Kami berdoa bersama," ucapnya.
Sebagai informasi, apabila tahun ini masyarakat ingin mendaftar untuk berangkat haji maka keberangkatan haji pada tahun 2052.
"Jadi kurang lebih 30 tahun, makanya ada regulasi pemerintah boleh mendaftar usia 12 tahun karena daftar tunggunya lama," tutupnya.
(BorneoFlash.com/Niken)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar