BorneoFlash.com, SENDAWAR - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kubar terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi booster yang sudah mulai dilaksanakan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman sejak awal tahun 2022.
Dimana pelaksanaan vaksinasi booster ini menjadi salah satu fokus utama dalam kondisi pandemi Covid-19 yang mulai terjadi peningkatan kasus dalam beberapa hari terakhir.
"Terus kita laksanakan vaksin booster ini, mengingat mulai terjadinya peningkatan kasus positif. Sasaran kita mulai dari tenaga pelayan publik, kelompok rentan dan juga lansia," kata Sekretaris Dinkes Kubar, Barnabas pada Senin (14/2/2022).
Dijelaskannya bahwa vaksinasi booster ini sudah dibuatkan jadwal pelaksanaan mulai dari tingkat kecamatan yang dilaksanakan oleh puskesmas hingga di tingkat kabupaten melalui Dinkes Kubar.
Setelah beberapa waktu lalu memfokuskan vaksinasi kepada anak usia sekolah, baik itu kategori usia 6-11 tahun dan juga usia 12-17 tahun.
"Setelah kemarin fokus kepada usia anak dan lansia, sekarang kita utamakan juga untuk booster ini. Namun bukan berarti kategori usia anak ini di stop, tetap sama-sama berjalan," tegasnya.
Lebih lanjut, untuk capaian vaksinasi booster ini di Bumi Tanaa Purai Ngeriman masih sangat kecil karena baru dilaksanakan. Jumlahnya pun masih berada di bawah angka 10 persen dari target seluruh kelompok usia.
"Secara keseluruhan masih berada di angka 2.807 orang atau sekitar 4 persen dari target 113.168 orang yang terdiri dari pelayan publik, masyarakat umum, kelompok rentan dan juga lansia. Memang jumlahnya masih sedikit karena kemarin kita kejar untuk sasaran usia anak sekolah," bebernya.
Sementara itu, untuk jumlah ketersediaan vial vaksin khusus untuk pelaksanaan vaksinasi booster yang dimiliki Dinkes Kubar hingga kini masih cukup.
Dimana jumlah ketersedian vaksinasi booster ini tidak hanya berasal dari Dinkes Kubar, melainkan juga dari pihak TNI-Polri yang juga turut membantu percepatan vaksinasi booster.
"Untuk jumlah ketersedian vaksin saat ini masih tergolong cukup, seperti jenis vaksin Sinopharm sebanyak 886 vial, Astrazeneca 1.103 vial dan Pfizer 1.084 vial.
Hanya untuk vaksin jenis Moderna saja yang tersisa 2 vial. Kita juga masih menunggu distribusi vaksin lainnya oleh Provinsi," tandasnya.
(BorneoFlash.com/Lis)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar