Pemkot Balikpapan

Aduh..Balikpapan Akan Berada Pada PPKM Level III  

Aduh..Balikpapan Akan Berada Pada PPKM Level III  
Klik untuk memutar video
Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas'ud. Foto : BorneoFlash.com/Niken.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud ikut menghadiri pembahasan perkembangan kasus Covid 19 dan evaluasi di luar Jawa Bali dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual, Minggu (13/2/2022).

Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud menyampaikan beberapa Kabupaten Kota di Indonesia mengalami tren kenaikan diantaranya Kota Balikpapan yang ditetapkan menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level III yang sebelumnya berada di PPKM level II.

Berdasarkan penetapan yang diberikan oleh Pemerintah pusat bahwa Kota Balikpapan berada di level III. Tentunya, ada pembatasan yang mengalami perubahan. Salah satunya, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah yang sebelumnya diperbolehkan tetapi saat ini ditiadakan.

"Bukan diliburkan tapi Belajar dari rumah," ucapnya saat ditemui di Kantor Wali Kota Balikpapan.

Termasuk pembatasan di fasilitas umum yang saat ini dibatasi dengan kapasitas minimal 50 persen, karena adanya perubahan dari status PPKM di Kota Balikpapan. "Tidak ditutup tapi ada pembatasan, minimal 50 persen," ujarnya.

Rahmad menghimbau kepada masyarakat Balikpapan untuk tidak khawatir, apabila ada gejala tetapi tidak bergejala berat cukup melakukan isolasi mandiri di rumah. "Itu juga arahan dari Bapak Menteri Kesehatan.

Cukup di rumah isolasi mandiri, jadi nggak usah panik, kecuali ada gejala berat yang memerlukan penanganan medis baru kita ke rumah sakit," terangnya.


Pemkot Balikpapan menyediakan isolasi terpadu di Hotel Tiga Mustika. Saat ini, tempat isolasi terpadu sudah mencapai 80 persen. Meskipun demikian, masyarakat tidak perlu panik. Pasalnya, masyarakat dapat melakukan isolasi mandiri di rumah.

Selanjutnya, langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemkot Balikpapan sesuai dengan Menteri Kesehatan yakni pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga dan yang terpenting pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes).

Selain itu juga, PPKM Mikro di tingkat Kelurahan menjadi salah satu langkah yang akan dilakukan Pemkot Balikpapan dalam menekan angka Kasus Covid 19 di Kota Balikpapan. Walaupun demikian, yang terpenting adalah kesadaran masyarakat dalam menjalankan anjuran pemerintah dengan melaksanakan prokes.

"Kita akan hidupkan kembali (PPKM Mikro) artinya kesadaran masyarakat terhadap PPKM Mikro yang kita jalankan. Kalau masyarakat tidak peduli sama saja bohong tapi kita ingatkan kembali. Mudah-mudahan masyarakat sadar, karena untuk kita semua," tutupnya.

Kepala DKK Balikpapan dr Andi Sri Juliarty. Foto : BorneoFlash.com/Niken.
Kepala DKK Balikpapan dr Andi Sri Juliarty. Foto : BorneoFlash.com/Niken.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty ikut mendampingi Wali Kota Balikpapan mengatakan rapat koordinasi ini rutin diadakan oleh Menko Bidang Perekonomian. Memang biasanya dilakukan sehari sebelum rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo.

"Monitor perkembangan terakhir di setiap daerah sebelum Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) ditetapkan. Hasil hari ini kita tetap masih menunggu resminya Inmendagri besok. Setelah Bapak Presiden rapat terbatas Inmendagri baru keluar. Itulah yang sah untuk kita jalankan," tegasnya.

(BorneoFlash.com/Niken)
Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar