Berita Kabupaten Paser

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Daerah, Muspida Paser Ikuti Pengarahan Presiden RI 

lihat foto
Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli bersama Dandim 0904/PSR Letkol Inf Ronald Wahyudi, dan Wakapolres Paser Kompol Irawan Setyono, saat mengikuti pengarahan dari Presiden RI Ir. Joko Widodo melalui vicon, berlangsung di ruang Command Center, gedung perkantoran
Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli bersama Dandim 0904/PSR Letkol Inf Ronald Wahyudi, dan Wakapolres Paser Kompol Irawan Setyono, saat mengikuti pengarahan dari Presiden RI Ir. Joko Widodo melalui vicon, berlangsung di ruang Command Center, gedung perkantoran Bupati Paser, Kilometer 5, Tanah Grogot, Senin (7/2/2022). Foto : BorneoFlash.com/Sarasani.

BorneoFlash.com, TANA PASER - Bupati Paser dr. Fahmi Fadli bersama Dandim 0904/PSR Letkol Inf Ronald Wahyudi dan Wakapolres Paser Kompol Irawan Setyono, ikuti Video Conference (Vicon) dengan Presiden RI Joko Widodo.

Muspida Kabupaten Paser mengikuti kegiatan secara virtual di ruang Command Center, Gedung Perkantoran Bupati Paser, Kilometer 5, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Senin (7/2/2022)

Pada vicon tersebut, Presiden RI membahas respon dan mengarahkan Muspida Kabupaten/Kota dalam menghadapi lonjakan kenaikan kasus Covid-19 varian omicron.

"Penerapan protokol kesehatan di tiap wilayah lebih diperketat lagi, serta pelaksanaan program vaksinasi, khususnya Lansia dan anak dipercepat," imbuh Jokowi.

Presiden juga menginstruksikan Panglima TNI dan juga Kapolri hingga tingkat bawah, memastikan pelaksanaan Prokes di daerah agar berjalan sesuai aturan.

Sementara itu, Bupati Paser dr. Fahmi Fadli mengatakan, dari hasil vicon dengan Presiden RI, beberapa daerah di Indonesia terjadi lonjakan kasus Omicron.

"Arahan dari Presiden, pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan capaian vaksinasi, karena merupakan salah satu kunci penanganan kasus omicron," jelas Fahmi, saat ditemui BorneoFlash.com usai kegiatan.

Selain capaian vaksinasi, tambah Bupati Paser, Kepala Daerah juga diarahkan untuk kesiapan ruang Isolasi Terpadu (Isoter) dalam menampung warga yang terpapar Covid-19 varian omicron.

"Kami juga diarahkan agar tetap menjaga penerapan Prokes di tengah masyarakat, dengan memakai masker, mencuci tangan dan lain sebagainya," terang Bupati Paser.


Saat ini, kata Fahmi, terdapat 40 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Paser, namun belum Pemda belum bisa memastikan warga tersebut terpapar varian omicron.

"Sebelumnya ada 35 kasus, kemudian hari ini bertambah jadi 40 kasus, namun kita belum memastikan apakah itu omicron atau bukan. Karena untuk memastikan bahwa itu varian omicron, harus kita bawa ke Jakarta dulu untuk diperiksa karena kita belum ada alatnya," tambahnya.

Langkah yang dilakukan Pemkab Paser kedepannya untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran omicron, bakal kembali mengaktifkan kembali Operasi Yustisi.

Operasi Yustisi yang bakal dilakukan, Satgas Covid-19 Kabupaten Paser tidak lagi melakukan tindakan represif.

"Satgas Covid-19 Kabupaten Paser kedepannya, lebih mengedepankan imbauan dan melakukan edukasi kepada masyarakat untuk selalu menjalankan Prokes," tutup Bupati Paser.

Hal senada juga dikatakan Dandim 0904/PSR Letkol Inf Ronald Wahyudi, menurutnya walaupun cakupan vaksinasi di Paser mencapai 80% lebih, vaksinasi tetap harus dilakukan.

"Tetap harus dilaksanakan serbuan vaksinasi secara merata, khususnya bagi wilayah yang susah dijangkau di Kabupaten Paser," terang Dandim 0904/PSR.

Disamping itu, Satgas Covid-19 Kabupaten Paser, digerakkan lagi dalam melaksanakan Operasi Yustisi dengan mengimbau warga untuk taat Prokes.

"Hal itu dilakukan, agar tidak terjadi cluster baru Covid-19, utamanya dalam mencegah varian omicron masuk di wilayah Kabupaten Paser," pungkasnya.

(BorneoFlash.com/SAN)
Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar