Pemkab Mahakam Ulu

Segera Bentuk PPTI di Kecamatan & Kampung, Yovita Bulan Resmi Dilantik Ketua PPTI Mahulu

lihat foto
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalimantan Timur (Kaltim) Hj Norbaiti Isran Noor, melantik Ketua TP PKK Mahulu Yovita Bulan Bonifasius, sebagai Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Mahul
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalimantan Timur (Kaltim) Hj Norbaiti Isran Noor, melantik Ketua TP PKK Mahulu Yovita Bulan Bonifasius, sebagai Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Mahulu, di Lamin Ujoh Bilang. Foto : HO.

BorneoFlash.com, UJOH BILANG - Usai melantik pengurus Dekranasda Mahakam Ulu (Mahulu), Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalimantan Timur (Kaltim) Hj Norbaiti Isran Noor, melantik Ketua TP PKK Mahulu Yovita Bulan Bonifasius, sebagai Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Mahulu, di Lamin Ujoh Bilang.

Dihadiri jugaBupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh SH, ME, dan Asisten I, Kepala Dinkes beserta jajaran Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Mahulu. Wakil Ketua I TP PKK Mahulu Hj Emi Makmur Hadi Mulyadi dan jaran pengurus TP PKK Kaltim.

Usai melantik, Hj Norbaiti Isran Noor, berharap komitmen daerah dan semua stakeholder mendorong dalam pencegahan TBC, dan mendorong masyarakat untuk tetap dan taat menerapkan perilaku hidup bersih.

“Program yang sudah ada, bahkan harus bisa menambah penyuluhan yang lebih luas, baik itu di sekolah baik di tingkat SD, SMP hingga ke masyarakat umum di pelosok daerah,” jelas Norbaiti.

Dengan penyuluhan yang baik akan memudahkan program ini berjalan. Hingga masyarakat dapat hidup sehat.

Hal tersebut langsung direspon positif oleh Ketua PPTI Mahulu Yovita Bulan Bonifasius. Dia menegaskan hal ini merupakan tanggung jawab bersama. Utamanya bagi PPTI, yang di dalamnya beranggotakan dari sejumlah pihak terkait.

"Setelah dilantik, salah satu agenda terdekat kita membentuk forum komunikasi pemangku kepentingan. Melalui forum ini, akan ada diskusi dan langkah nyata dalam upaya pemberantasan TBC di Mahulu," kata Yovita.

"PPTI di kampung dan kecamatan justru yang memiliki peran strategis. Karena mereka yang berhadapan langsung dengan masyarakat," ujarnya.

"Kebersamaan dan sinergi dalam penanganan tuberkulosis harus dilakukan oleh instansi terkait. Termasuk juga lintas sektor dan dukungan CSR perusahaan, karena penanganan TBC tanggung jawab kita bersama," katanya.

Sebagian masyarakat masih banyak beranggapan TBC adalah penyakit orang miskin, sehingga terkesan tidak peduli untuk mengobati. Padahal, TBC sangat menular namun dapat disembuhkan dengan pengobatan teratur.

Dia mengatakan, fokus perhatian saat ini dalam pemberantasan TBC di Kabupaten Mahulu adalah peningkatan penemuan kasus, pengobatan sampai tuntas, sehingga tercapai target eliminasi TBC tahun 2030.

"PPTI sebagai organisasi sosial yang bergerak membantu pemerintah dalam pemberantasan TBC, siap membantu sepenuhnya program ini, melalui kegiatan- kegiatannya di masyarakat.

Seperti melakukan pelatihan dan pembinaan kader TBC, KIE dan pendampingan pasien TBC (sebagai PMO penemuan kasus bersama puskesmas dalam investigasi kontak (IK).

Dan, jika perlu, melakukan santunan perbaikan rumah dan perbaikan gizi bagi pasien TBC sesuai kemampuan," pungkasnya.

(*/BorneoFlash.com)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar