DPRD Kota Balikpapan

Turut Prihatin, Ketua DPRD Sambangi Kediaman Rumah Duka

lihat foto
Ketua DPRD Balikpapan
Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Kisah memilukan yang menimpa dua balita kakak beradik , Fahri (4) dan adiknya umur 1,5 tahun yang menemani ibunya sakit hingga meninggal dunia.

di sebuah rumah kontrakan Jl MT Haryono Gg Pundi RT 74 Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara menarik perhatian ketua DPRD Abdulloh.

Pada Senin (29/11/2021) malam sekira pukul 08.00 wita, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Abdulloh secara langsung menyambangi rumah duka untuk memastikan secara langsung kondisi keluarga tersebut.

"Kami juga memberikan bantuan mulai dari Pakaian, susu, bahan makanan, sabun dan lain-lainya. Mudah-mudahan bantuan yang kami berikan ini dapat membantu dan bermanfaat," ujarnya.

Tak berhenti disitu, dalam kesempatan itu dirinya pastikan segala bentuk biaya penyelesaian administrasi Rumah sakit dan biaya pengiriman Jenazah sudah dirinya tanggung menggunakan pribadi.

"Jenazah sudah di pulang kerumah keluarganya di Kalimantan Selatan. Tentu kami turut prihatin atas musibah yang menimpa dua Balita yang ditinggal ibunya.Tentunya dengan adanya kejadian ini kami berharap kepada instansi terkait khususnya Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Balikpapan agar lebih gencar melakukan sosialisasi, agar kejadian serupa tak lagi terjadi di Balikpapan," timpalnya.

Diketahui sebelumnya, seorang Ibu ditemukan tak bernyawa ditemani oleh kedua anaknya yang masih Balita (Anak Dibawah Umur Lima Tahun) di rumah sewaannya yang berada di kawasan RT 74, Gg Pundi, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, Senin (29/11/2021).


 evakuasi di lapangan, Turut membantu, Polsek Balikpapan Utara, Babinsa, Bhabinkamtibmas, TKSK Balikpapan Utara, PMS Batu Ampar, LPM Batu Ampar, Puskesos Batu Ampar
evakuasi di lapangan, Turut membantu, Polsek Balikpapan Utara, Babinsa, Bhabinkamtibmas, TKSK Balikpapan Utara, PMS Batu Ampar, LPM Batu Ampar, Puskesos Batu Ampar

Diketahui ibu dua orang anak ini bernama Riskia Rahmulia Sari (29) ditemukan tak bernyawa, oleh tetangganya ,sekitar 06:00 Wita, yang hanya ditemani dua Putranya Fazri (4 Th) dan adiknya (1,5), di Rumah sewaan milik Legimin.

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, Riskia sendiri merupakan pendatang, dengan alamat asal Paringin Kota, RT 12 No 011, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.

Riskia sendiri menderita penyakit kronis sudah lama, sebelum menempati rumah sewaan milik Legimin Enam bulan lalu.

Riskia berprofesi sebagai Ibu rumah tangga, yang dulunya sempat bekerja sebagai guru privat di salah satu yayasan di kota Balikpapan. Sebelum menempati rumah sewaan Legimin, Riskia menempati salah satu kos-kosan yang ada di wilayah RT 74.

"Sebelum menempati rumah saya ibu Riskia sudah menderita penyakit kronis, karena saya merasa kasihan maka saya suruh menempati rumah saya dengan kondisi apa adanya"kata Legimin selaku pemilik rumah yang ditempati Almarhumah Riskia.

Legimin menjelaskan kronologi kejadian sore hari Riskia sendiri masih terlihat duduk diatas tangga rumah yang ditempatinya, keesokan harinya tepatnya pukul 06.00 Legimin melihat kerumah Riskia masih tertutup, merasa khawatir karena tidak seperti biasanya, Legimin dibantu Tri Utomo yang merupakan tetangga sebelah rumahnya, mencoba menggedor rumah tersebut namun tidak ada jawaban.

Akhirnya Tri Utomo yang akrab disapa Tomo mencoba membuka pintu rumah tersebut, sontak saja Tomo terkejut melihat kondisi Riskia sudah tidak bernyawa yang hanya ditunggu oleh kedua anaknya.


Mengetahui hal tersebut Legimin berusaha mencari bantuan dengan memberitahukan kepada warga sekitar, untuk membantu dan melaporkan kepada pihak yang berwajib.

"Ya saya langsung memberitahukan warga sekitar untuk membantu dan sekaligus untuk mengevakuasi kedua balita yang masih belum tau apa-apa tersebut"kata Legimin.

Saat ditemukan oleh warga, kondisi kedua Balita sangat memprihatinkan, terlihat lemah, dan penuh dengan luka garukan akibat gigitan nyamuk, sehingga langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Disinggung terkait suami Riskia atau Bapak dari kedua balita tersebut, Legimin mengatakan, Bapak dari balita tersebut jarang sekali terlihat, adapun sekali datang hanya sebentar, jadi jarang melakukan komunikasi.

"Terakhir terlihat sekitar tujuh hari yang lalu mengunjungi istri dan anaknya, dan hingga hari ini bapak dari balita tersebut belum terlihat dan belum mengetahui peristiwa yang menimpa keluarganya, hal ini dikarenakan tidak mengetahui keberadaannya dan tidak bisa dihubungi melalui telepon". jelasnya

Hingga saat ini keberadaan suami Riskia masih dalam pencarian pihak kepolisian untuk memberitahukan kejadian yang menimpa keluarganya, sementara itu untuk kedua putranya telah di tampung oleh tetangganya, sedangkan Jenazah ibunya sendiri sudah dibawa ke Rumah Sakit Kanujoso Djati Wibowo Balikpapan untuk dilakukan Otopsi.

Dalam melakukan evakuasi di lapangan, Turut membantu, Polsek Balikpapan Utara, Babinsa, Bhabinkamtibmas, TKSK Balikpapan Utara, PMS Batu Ampar, LPM Batu Ampar, Puskesos Batu Ampar

BorneoFlash.com/Eko

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar