Disdikbud Kota Balikpapan

Kadisdik Balikpapan Langsung Lakukan Mediasi, Dugaan Pengusiran Wartawati Saat Peliputan Vaksinasi Covid-19 di SMP 3

lihat foto
Kepala Dinas Pendidikan Muhaimin saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Senin (13/9/2021). Foto : BorneoFlash.com/Muhammad Eko.
Kepala Dinas Pendidikan Muhaimin saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Senin (13/9/2021). Foto : BorneoFlash.com/Muhammad Eko.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Aksi dugaan pengusiran terhadap wartawati media Faktanusa. Com Shinta, oleh Kepala Sekolah SMP 3 Balikpapan Eny Wahyuni saat ingin melakukan peliputan vaksinasi di Sekolah SMP 3 Balikpapan akhirnya berujung damai.

Hal tersebut setelah mediasi yang digelar Kepala Dinas Pendidikan Muhaimin mempertemukan antara wartawati media Faktanusa. Com dengan Kepala Sekolah SMP 3 Balikpapan Eny Wahyuni di Kantor Dinas Pendidikan Balikpapan pada Senin (13/9/2021) siang.

Dari hasil mediasi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Muhaimin mengatakan, pihaknya sudah mempertemukan kepala Sekolah SMP 3, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Wisnu, dan wartawati media Faktanusa.com Shinta.

"Jadi kami juga mintai keterangan

wartawati media Faktanusa. Com Shinta, apa -apa saja yang dialami sehingga menimbulkan mispersepsi. Dan dari hasil mediasi memang pada intinya memang terjadi miskomunikasi di antara keduanya," ujarnya.

Lebih lanjut dia terangkan, bisa jadi pada saat itu memang situasinyaKepala Sekolah SMP 3 lagi sibuk dan masih ada kegiatan karena memang ada vaksin dan ada kegiatan lain sehingga wartawati Shinta ini tidak terlayani.

"Kami juga sampaikan tadi, fungsi pers memang mencari berita. Kemudian mereka akan mencari sumber berita itu dimanapun mereka berada karena dikejar deadline.

Untuk itu kami sampaikan kepada ketua MKKS agar menyampaikan kepada satuan pendidikan bahwa kalau ada wartawan yah dilayani.

Kalau memang sibuk sampaikan saja tidak bisa sekarang yah nanti. Dan kalau tidak bisa menjawab yah jangan di jawab. Tapi jangan sampai ada penolakan yang menimbulkan ketersinggungan," bebernya.


Dalam pertemuan tersebut, juga dia terangkan mereka sudah saling memaafkan untuk menghilangkan mispersepsi dan miskomunikasi.

"Kami juga mengharapkan kedepan bisa bersinergi lagi tidak hanya dengan Bu Sinta saja, melainkan dengan semua wartawan dari manapun. Yang terakhir saya juga sampaikan hal ini juga menjadi pembelajaran bagi kita semua, yang pertama bagi kepala sekolah agar lebih menghargai profesi wartawan, kemudian bagi teman-teman wartawan juga harus mengetahui situasi dan kondisi manakala mencari sumber yang kita inginkan,"tandasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP 3 Balikpapan Eny Wahyuni dikonfirmasi media ini mengakui kejadian tersebut diluar kontrol dirinya.

Karena memang manusia itu tidak ada yang sempurna dan tak terlepas dari kekurangan.

"Mungkin saat itu sedang panas, dan sibuk dan ketidaktahuan saya. Dan kami juga sudah berdamai dan saling memaafkan," bebernya.

Sementara itu wartawati media Faktanusa Shinta menjelaskan persoalan yang dialaminya sudah berakhir damai dengan saling memaafkan. Jadi memang terjadi miskomunikasi dan mispersepsi.

"Jadi memang sudah saling memaafkan. Dia juga sudah mengetahui bahwa kerja wartawan itu memang mencari informasi dan harus diterima dengan baik," pungkasnya.

(BorneoFlash.com/Eko)
Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar