Universitas Mulia

Yayasan Airlangga, Bahas E-Kinerja dan RKAT dalam Raker 2021

lihat foto
Raker & E-Kinerja
Ketua Yayasan Airlangga Mulia Hayati Deviantie, pada kesempatan penutupan Raker 2021 ini tampak hadir menutup kegiatan

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Yayasan Airlangga, badan hukum yang menaungi Universitas Mulia ini menggelar Rapat Kerja (Raker) di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Damai Bahagia, Kamis (25/2/2021).

Raker 2021 Yayasan Airlangga menghasilkan keputusan diantaranya penerapan E-Kinerja, Program Kerja Rekomendasi serta Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT).

Manajer Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H, M.H menyampaikan bahwa pada kesempatan ini ada sedikit tambahan terkait dengan E-Kinerja.

“E-Kinerja ada sedikit beberapa hal yang belum disampaikan, yang masih bisa didiskusikan lebih lanjut. Masing-masing punya level,” tutur Agung saat menutup Raker.

Agung menerangkan, saat ini pihaknya sedang membangun sumber daya manusia, maka masukan-masukan dari karyawan menjadi bagian penting agar memiliki sistem yang terbaik.

Tak luput soal adanya pemotongan gaji akibat ketidakhadiran adalah penting didiskusikan bersama karyawan.

"Sistem yang kita buat ini masih terbuka untuk dikembangkan. Semua E-Kinerja yang sedang dibangun ini masih terbuka.


Harapan saya setelah tiga bulan, kita dapatkan formulanya. Mudah-mudahan cocok," ucap pria yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Mulia ini.

Ia berharap, potensi SDM yang sudah ada mampu bekerja optimal untuk mengembangkan sistem yang membantu dalam pengambilan keputusan penilaian setiap karyawan.

"Bagaimana memandang bahwa setiap karyawan akan meningkatkan kinerjanya yang berbeda-beda (sesuai level), juga ada reward and punishment," harap nya.

Menurutnya, sistem E-Kinerja tersebut akan lebih fair dalam menilai prestasi kinerja setiap karyawan di berbagai level atau jenjang.

Pihaknya masih menerima masukan dari karyawan hingga 3 bulan ke depan sebelum dokumen dirampungkan.

Terkait dengan pelaksanaan Raker, Agung merasa bangga mengingat untuk pertama kalinya bisa diikuti peserta yang berasal dari beberapa kota.

Selain dari Balikpapan dan Samarinda, juga ada peserta dari Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta.

Tak lupa ia mengingatkan, saat ini sudah banyak beredar perangkat teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk membantu berbagai keperluan, seperti untuk Raker.

“Teknologinya sebenarnya sudah lama, tapi kita baru memulai kebiasaan baru, baru mengalami langsung,” ungkapnya.

Salah satu penerapan teknologi yang baru saja dimanfaatkan oleh Universitas Mulia adalah Diskusi Terbatas Sharing Kebijakan dan Implementasi Belajar Kampus Merdeka dengan mengundang narasumber dua orang Doktor dan empat orang Profesor beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, Ketua Yayasan Airlangga Mulia Hayati Deviantie, pada kesempatan penutupan Raker 2021 ini tampak hadir menutup kegiatan.

Ia menegaskan bahwa hasil rapat merupakan komitmen. Ibarat janji adalah hutang.

"Ibu mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya bahwa semua jajaran ini bersemangat dan berkomitmen, itu yang penting," tutupnya. (*)

(BorneoFlash.com/Muhammad Eko)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar