Di bawah kepemimpinannya, Indonesia sukses meloloskan tiga kelompok usia tim nasional ke Piala Asia, menembus babak 16 besar Piala Asia 2023, finis di posisi keempat Piala Asia U-23 2024, melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, serta memastikan tiket ke Piala Asia 2027.
Selain itu, peringkat FIFA Indonesia juga mengalami lonjakan signifikan dari posisi 173 dunia menjadi 129 dunia.
Setelah berpisah dengan Timnas Indonesia pada awal 2025, Shin Tae-yong sempat menjabat sebagai Vice President Korea Football Association (KFA), kemudian menjadi Director of Football di Seongnam FC sebelum akhirnya menangani Ulsan HD.
Kini, pelatih berusia 56 tahun tersebut kembali ke Indonesia untuk memulai babak baru bersama Persija Jakarta.
Dalam sesi perkenalan, Shin Tae-yong mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi karena sudah sangat mengenal atmosfer sepak bola Indonesia, khususnya Jakarta.
“Saya melatih Timnas Indonesia selama lima tahun, jadi sangat mengenal Jakarta, GBK, dan JIS. Saya juga sangat mengenal Persija dan merasakan bahwa Persija adalah salah satu tim terbaik di Indonesia,” katanya.
Shin juga menilai kompetisi Super League memiliki tingkat persaingan yang semakin ketat dengan hadirnya sejumlah klub kuat seperti Persib Bandung, Borneo FC, Bali United, dan Dewa United. Namun, tantangan tersebut justru menjadi alasan utama dirinya menerima tawaran Persija.
“Melalui kerja sama dengan Persija, saya ingin menantang diri saya di Super League, baik dari sisi prestasi maupun sistem. Saya juga ingin terus membantu perkembangan sepak bola Indonesia menjadi lebih baik,” ujarnya.
Kehadiran Shin Tae-yong langsung disambut antusias oleh Jakmania yang berharap Persija mampu kembali meraih gelar juara setelah beberapa musim gagal bersaing di puncak klasemen.
Dengan pengalaman internasional, kemampuan membangun tim yang kompetitif, serta rekam jejaknya bersama Timnas Indonesia, Shin Tae-yong diharapkan mampu membawa Macan Kemayoran kembali menjadi kekuatan utama sepak bola nasional dan mengakhiri penantian panjang untuk mengangkat trofi juara Super League. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar