Terkait sila keempat, Bagus menilai sistem demokrasi yang berjalan saat ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi melalui wakil-wakil rakyat yang dipilih secara demokratis.
“Masyarakat memiliki saluran untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi. Para wakil rakyat memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Sedangkan sila kelima mengenai keadilan sosial, lanjut Bagus, menjadi cita-cita yang terus diperjuangkan oleh pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ia menegaskan bahwa seluruh program pembangunan dan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Keadilan sosial adalah tujuan yang harus diwujudkan oleh setiap pemimpin. Semua program dan anggaran yang ada pada akhirnya ditujukan untuk kepentingan dan kesejahteraan warga Kota Balikpapan,” katanya.
Bagus menilai momentum Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa.
“Nilai-nilai Pancasila sangat relevan dengan apa yang kita lakukan setiap hari. Karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam mengamalkan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” pungkasnya.

Dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila, Wakil Wali Kota Balikpapan turut membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat sebagai upaya membangkitkan semangat kebersamaan, persatuan, dan nasionalisme.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk edukasi sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.
“Ini salah satu upaya untuk menggugah rasa cinta tanah air dan bangsa kepada warga Balikpapan,” ujarnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar