PT PLN (Persero)

Dari Tak Bisa Menjahit hingga Mandiri, Penyandang Disabilitas Balikpapan Rasakan Manfaat Program PLN Selama 4 Tahun

lihat foto
PLN UID Kaltimra memfasilitasi sekitar 30 anggota PPDI Balikpapan mengikuti pelatihan menjahit dasar. Foto: HO/PLN UID Kaltimra 
PLN UID Kaltimra memfasilitasi sekitar 30 anggota PPDI Balikpapan mengikuti pelatihan menjahit dasar. Foto: HO/PLN UID Kaltimra 

Selain menghasilkan keterampilan baru, program tersebut juga meningkatkan rasa percaya diri para anggota untuk terus belajar, berkarya, dan menunjukkan kemampuan mereka di tengah masyarakat.

“Kami melihat mereka semakin percaya diri untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan menunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga mampu berkarya serta berkontribusi di masyarakat,” ungkap Sugiyanto.

General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dirasakan penerima.

Menurutnya, pengalaman PPDI Balikpapan menjadi bukti bahwa dukungan yang tepat dapat membantu masyarakat mengembangkan potensi serta meningkatkan kemandirian.

“Kami bersyukur program yang dijalankan beberapa tahun lalu masih memberikan dampak positif hingga saat ini. Ketika masyarakat diberikan kesempatan dan dukungan yang tepat, mereka mampu berkembang dan menjadi lebih berdaya,” ujarnya.

PLN UID Kaltimra berkomitmen terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan melalui TJSL yang berfokus pada peningkatan keterampilan, kemandirian, dan kualitas hidup masyarakat di Kalimantan Timur maupun Kalimantan Utara.

Kisah PPDI Balikpapan menunjukkan bahwa bantuan yang tepat tidak berhenti pada penyerahan peralatan semata.

Pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan mampu membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan kemampuan, memperkuat kepercayaan diri, serta berpartisipasi lebih aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Bagi para anggota PPDI Balikpapan, mesin jahit yang masih digunakan hingga hari ini bukan sekadar alat kerja.

Peralatan tersebut menjadi simbol kesempatan, harapan, dan manfaat yang terus tumbuh sejak pertama kali diberikan empat tahun lalu. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar