BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo melakukan audiensi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI yang difasilitasi Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri.
Kunjungan yang berlangsung di Jakarta pada Senin (25/5/2026) disambut hangat oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) di Kemendag Republik Indonesia, Iqbal Shoffan Shofwan beserta jajaran.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menyampaikan perkembangan rencana pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur, yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan masyarakat. Serta pengelolaan pasar tradisional di Kota Balikpapan.
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo mengatakan, Kementerian Perdagangan menerima laporan progres pembangunan tersebut dan selanjutnya akan diusulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana.

“Kami menyampaikan progres perkembangan pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur. Mudah-mudahan bulan depan usulan lengkap sudah bisa kami sampaikan, mulai dari proposal, AMDAL, Andalalin, hingga berbagai kelengkapan lainnya,” ujarnya, didampingi Andi Irwan Amran selaku Kabid Sarana Perdagangan Dinas Perdagangan Kota balikpapan.
Selain membahas pembangunan pasar, audiensi tersebut juga menjadi forum diskusi terkait pengelolaan pasar tradisional, terutama mengenai tantangan aktivitas perdagangan di pasar bertingkat.
Ia pun turut menanyakan kepada Kementerian Perdagangan berbagai pengalaman dan solusi dari sejumlah daerah di Indonesia terkait pengelolaan pedagang di lantai dua maupun lantai tiga pasar tradisional.
“Kementerian Perdagangan juga memonitor kondisi pasar-pasar tradisional di daerah. Mereka menyarankan sebisa mungkin pasar tidak lebih dari dua lantai, bahkan idealnya satu lantai agar aktivitas perdagangan lebih optimal,” jelasnya.
Meski demikian, untuk pasar yang sudah terbangun bertingkat, pemerintah daerah diminta tetap melakukan koordinasi dan penataan, agar aktivitas perdagangan tetap berjalan baik dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
Bagus menilai sejumlah masukan dari Kementerian Perdagangan menjadi poin penting yang akan dibawa dan diterapkan dalam pengembangan pasar tradisional di Balikpapan.
Dalam audiensi itu, Pemkot Balikpapan juga menyampaikan perkembangan penanganan inflasi daerah.
Hasilnya, Kota Balikpapan mendapat apresiasi positif dari Kementerian Perdagangan karena dinilai mampu menjaga stabilitas inflasi tetap terkendali.

“Balikpapan mendapat apresiasi karena inflasi daerah masih terjaga di bawah rata-rata provinsi maupun nasional,” katanya.
Pemerintah Kota Balikpapan memastikan siap menindaklanjuti berbagai saran dan rekomendasi yang diberikan Kementerian Perdagangan, demi mendukung pembangunan pasar yang lebih modern, nyaman, dan berpihak kepada masyarakat serta pelaku usaha kecil. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar