DPRD Kota Samarinda

Viktor Yuan Dorong Pengembangan Produk Herbal dan Kerajinan Khas Kalimantan

lihat foto
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Potensi sumber daya alam Kalimantan dinilai belum dimanfaatkan secara optimal karena masih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan mentah tanpa proses pengolahan lanjutan. 

Kondisi tersebut dinilai membuat manfaat ekonomi bagi masyarakat daerah belum maksimal. 

Atas dasar itu, Komisi II DPRD Kota Samarinda mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mulai mengembangkan produk kreatif berbasis potensi lokal yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Pelaku UMKM diharapkan mampu mengolah kekayaan alam khas Kalimantan menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti teh herbal berbahan gaharu, produk kesehatan dari bawang Dayak, hingga kerajinan dan wastra tradisional daerah. 

Langkah tersebut dianggap penting agar komoditas lokal tidak terus dipasarkan dalam bentuk mentah tanpa memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, menyampaikan bahwa bahan alami khas Kalimantan memiliki prospek besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah, baik di sektor kerajinan, wastra, maupun produk kesehatan.

“Produk berbahan alami yang memenuhi standar halal memiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan oleh UMKM. Hal yang perlu diperkuat saat ini adalah inovasi produk serta pengelolaan usaha yang lebih maksimal,” ujarnya, pada Selasa (20/5/2026).


Ia menilai masih banyak komoditas lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal, termasuk gaharu dan bawang Dayak. Padahal, kedua bahan tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi apabila diolah menjadi produk turunan yang lebih modern dan sesuai kebutuhan pasar.

Menurutnya, gaharu berpotensi dikembangkan sebagai produk teh herbal, sedangkan bawang Dayak dapat diolah menjadi produk kesehatan alami yang memiliki daya tarik tinggi di kalangan konsumen.

“Komoditas lokal seharusnya tidak hanya dipasarkan dalam bentuk mentah. Produk daerah perlu memiliki nilai tambah agar UMKM dapat berkembang dan tidak stagnan,” katanya.

Selain menekankan pentingnya inovasi produk, Viktor juga menyoroti perlunya strategi pemasaran yang kuat serta penguatan identitas merek agar produk lokal Kalimantan Timur mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Ia menilai dukungan pemerintah daerah tidak cukup hanya melalui pelatihan, tetapi juga perlu diwujudkan dalam bentuk perluasan akses promosi bagi pelaku UMKM.

Untuk itu, ia mengusulkan penyelenggaraan pameran UMKM berskala nasional secara rutin sebagai sarana memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas.

“Apabila promosi diperkuat dan produk lokal semakin dikenal masyarakat luas, maka pertumbuhan ekonomi kreatif daerah juga akan meningkat,” tutupnya. (*/advdprdsamarinda)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar