Sebagai bagian dari penerapan budaya keselamatan kerja di lingkungan offshore sebelum kegiatan dimulai, para peserta mengikuti sesi safety induction yang disampaikan oleh tim HSSE dan didampingi Offshore Installation Manager (OIM) Rig AE-1 bersama Manager COSL Rig.
Dilanjutkan dengan sambutan oleh Assistant Manager Drilling Operations PHKT, Bidner Sianturi. Dalam sambutannya, Bidner menyampaikan apresiasi atas kehadiran insan media yang telah meluangkan waktu untuk melihat langsung realita operasi offshore.
“Harapan kami sederhana, teman-teman media tidak hanya datang melihat rig, tetapi pulang membawa cerita. Cerita tentang kerja keras di balik energi, tentang manusia di balik angka produksi, dan tentang semangat para perwira yang terus bekerja menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Bidner.
Ia juga menegaskan bahwa aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) menjadi budaya utama yang selalu diterapkan dalam setiap kegiatan operasi PHKT.
Hadir pula SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi, Nindya Puspaningtiyas, yang memaparkan peran SKK Migas dalam pengawasan kegiatan hulu migas serta pentingnya sinergi komunikasi bersama media untuk meningkatkan pemahaman publik terhadap industri migas nasional.
Manager Communication, Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan, dalam sambutannya berharap para peserta dapat terus menghadirkan pemberitaan yang informatif, objektif, dan berimbang mengenai kegiatan hulu migas kepada masyarakat.

“Kami berharap teman-teman media dapat menceritakan apa yang kami lakukan secara positif, informatif, dan objektif sehingga masyarakat dapat memahami dan memberikan dukungan terhadap upaya perusahaan dan pekerja migas dalam menyediakan energi bagi pembangunan Indonesia,” ujar Dony.
Menurutnya, publikasi yang kredibel menjadi penting agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh situasi yang terjadi di lapangan, khususnya pada operasi offshore yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat seperti jalur nelayan dan aktivitas maritim lainnya.
“Industri hulu migas melibatkan aktivitas yang kompleks, padat teknologi, padat modal investasi dengan risiko yang tinggi sehingga memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar dapat menghasilkan energi yang berkelanjutan untuk masyarakat Indonesia. Karena itu, kehadiran informasi yang objektif, akurat, dan berimbang bagi masyarakat menjadi sangat penting,” tutup Dony. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar