BorneoFlash.com, KUKAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) masih menemukan ribuan warga yang masuk kategori ekonomi paling rendah berdasarkan data desil satu.
Temuan itu menjadi perhatian serius pemerintah daerah di tengah besarnya potensi sumber daya alam dan dukungan perusahaan yang dimiliki Kukar.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengaku cukup terkejut setelah menerima laporan tersebut dalam forum Musrenbang.
“ Kami kemarin kaget saat disampaikan masih ada sekitar 13 ribu orang yang berada di desil satu. Kami kira sudah tidak ada lagi masyarakat dengan kemiskinan ekstrem di Kukar,” jelasnya, pada Senin (18/5/2026).
Menurut Aulia, kondisi itu menjadi alasan pemerintah daerah menjalankan program RT Ku Terbaik untuk memetakan wilayah yang masih mengalami persoalan kemiskinan ekstrem.
Pemkab Kukar juga disebut akan memperkuat intervensi melalui berbagai program bantuan dan pemberdayaan masyarakat.
Ia menilai keberadaan perusahaan besar serta besarnya anggaran daerah seharusnya mampu membantu menekan angka kemiskinan di Kukar.
“ Kita punya banyak perusahaan, ada program RT Ku Terbaik, ADD, BKKD sampai program dari masing-masing OPD. Malu rasanya kalau di Kukar masih ada warga yang berada di desil satu,” bebernya.
Selain fokus pada intervensi program, Pemkab Kukar juga mengeluhkan sulitnya akses terhadap data masyarakat berdasarkan kategori desil.
Keterbatasan itu dinilai menghambat pemerintah dalam menentukan sasaran bantuan secara tepat.
Karena itu, Aulia meminta dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar akses data tersebut bisa lebih mudah dibuka untuk kepentingan penanganan kemiskinan.
“ Tujuan kami supaya intervensi bisa tepat sasaran kepada masyarakat yang memang membutuhkan. Tapi sampai sekarang akses mendapatkan data itu masih cukup sulit,” tandasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar