BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) menandai usia ketujuh perusahaan dengan memasuki fase penting pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan Lawe-Lawe.
Setelah bertahun-tahun berada pada tahap konstruksi, sejumlah unit utama proyek kini mulai beroperasi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional.
Momentum ulang tahun ketujuh ini sekaligus menjadi tonggak transformasi KPB dari perusahaan berbasis konstruksi menuju fase operasional kilang yang memiliki peran strategis bagi industri energi nasional.
Direktur Utama PT KPB, Bambang Harimurti, mengatakan perjalanan tujuh tahun perusahaan tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur energi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
“Selama tujuh tahun perjalanan ini, KPB tidak hanya membangun proyek strategis nasional, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Bambang dalam keterangan resminya, pada Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, fase transisi menuju operasional menjadi bukti komitmen perusahaan dalam mengawal proyek berteknologi tinggi dan berkompleksitas besar agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Seiring pengembangan proyek kilang, KPB juga terus memperluas program tanggung jawab sosial perusahaan di wilayah Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU). Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan tercatat menyalurkan 8.050 paket Lebaran dan 129 ekor hewan kurban kepada masyarakat sekitar wilayah operasional.
Di bidang kesehatan, KPB menjalankan program “KPB Sehat Bersama” yang meliputi khitanan massal, pemeriksaan deteksi dini kanker payudara, edukasi pencegahan stunting, hingga kegiatan donor darah rutin bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).
Sementara di sektor lingkungan, perusahaan bersama masyarakat dan pemerintah daerah melakukan penanaman 7.206 bibit pohon dan mangrove. KPB juga mendukung pengelolaan sampah dan edukasi pengolahan sampah organik melalui fasilitas Omah Budidaya Maggot (OMAYGOT) di UPTD TPAS Manggar.
Selain itu, perusahaan aktif menggelar aksi bersih pantai sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir di kawasan operasional.
Dalam pembangunan fasilitas publik, KPB turut membantu perbaikan jalan lingkungan, pembangunan akses air bersih melalui sumur bor, rehabilitasi fasilitas pendidikan, hingga pengembangan rumah ibadah.
Pada aspek pengembangan sumber daya manusia, KPB menjalankan program “KPB Mengajar” di sejumlah sekolah di Balikpapan dan PPU. Perusahaan juga memberikan pelatihan administrasi perkantoran bagi penyandang disabilitas bersama Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Balikpapan, serta pelatihan dan sertifikasi Welder dan Security Gada Pratama guna meningkatkan kompetensi masyarakat.
Vice President Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, menegaskan bahwa pembangunan yang dijalankan perusahaan tidak hanya berorientasi pada sektor energi, tetapi juga mendorong dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
“Kolaborasi dan dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam perjalanan PT KPB hingga saat ini. Kami berharap keberadaan perusahaan dapat terus tumbuh bersama masyarakat serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi daerah dan bangsa,” kata Asep.
KPB berharap keberadaan proyek RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe tidak hanya memperkuat kapasitas pengolahan energi nasional, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar