Menurutnya, seluruh perencanaan tersebut disusun dengan mengacu pada delapan prinsip pembangunan serta 24 indikator kinerja utama atau Key Performance Indicators (KPI).
Beberapa indikator yang menjadi fokus antara lain penerapan bangunan hijau, konsep gedung cerdas, transformasi infrastruktur terpadu, hingga pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan.
Pada tahap pelaksanaan, Danis mengungkapkan pembangunan awal IKN memiliki kompleksitas tinggi karena melibatkan sedikitnya 115 paket konstruksi di dalam kawasan inti pusat pemerintahan.
Tak hanya itu, berbagai proyek pendukung di luar kawasan juga terus berjalan, seperti pembangunan jalan tol, bendungan, intake air minum, jaringan energi, telekomunikasi, dan infrastruktur strategis lainnya.
Ia menjelaskan, pembangunan tahap awal sebelumnya dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sebelum kemudian dilanjutkan oleh Otorita IKN dengan melibatkan banyak pihak.
“Pembangunan IKN tidak bisa dikerjakan satu pihak saja. Ada keterlibatan kementerian dan lembaga, perguruan tinggi, sektor swasta dalam dan luar negeri, hingga masyarakat,” katanya.

Kuliah tamu tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai berbagai tantangan pembangunan IKN, mulai dari konektivitas kawasan, pengelolaan lahan, energi, pembiayaan, hingga kebutuhan sumber daya manusia di sektor infrastruktur.
Di akhir pemaparannya, Danis berpesan kepada generasi muda agar tidak hanya mengandalkan kemampuan teori, tetapi juga membangun pengalaman, integritas, dan jejaring yang luas.
“Pintar itu harus, kompetensi itu harus didukung pengalaman, bukan hanya teori. Kemudian integritas harus dijaga, karena tidak cukup hanya kompetensi saja. Dan yang terakhir, kembangkan networking seluas mungkin,” tutupnya. (*/Humas Otorita IKN)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar