Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang secara langsung membuka kick off festival grassroots tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen dalam mendukung pengembangan sepak bola, termasuk bagi perempuan.
“Dulu sepak bola putri sering dianggap sekadar hiburan, sekarang kita bisa berkompetisi secara serius. Di Kalimantan Timur, saya mendukung penuh pengembangan sepak bola. Kita harus berolahraga bukan hanya untuk kesehatan, tetapi juga untuk prestasi,” tegasnya.
Sebagai motivasi, Basuki juga menyinggung sosok atlet perempuan Indonesia yang telah berprestasi di tingkat internasional, seperti Megawati Hangestri Pertiwi, sebagai inspirasi bagi generasi muda untuk terus berani bermimpi dan berlatih.
Semangat kesetaraan yang digaungkan R.A. Kartini turut terasa dalam kegiatan ini. Pesan tersebut juga disampaikan Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, yang diwakili Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin.

“Kita merayakan AFC Women’s Football Day sekaligus Hari Kartini yang mengajarkan kesetaraan. Kehadiran pelatih perempuan dalam kegiatan ini menjadi bukti komitmen PSSI dalam mendorong kemajuan sepak bola wanita,” ujarnya.
Di lapangan yang sama, semangat Kartini tidak hanya diperingati, tetapi juga diwujudkan. Melalui kegiatan ini, IKN menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga membuka ruang setara bagi generasi muda, termasuk perempuan, untuk berkembang dan berprestasi. (*/Humas Otorita IKN)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar