“Jadikan Nusantara sebagai ruang eksperimen inovasi digital dan kreatif. Kita harus keluar dari garis kemiskinan, sesuai target bahwa Nusantara tidak boleh ada masyarakat yang hidup dalam kemiskinan,” katanya.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Kampus UMKM Shopee, Mohamad Caesar Elfauza, yang mendorong peserta untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Kalau kita tidak menyesuaikan diri, kita akan tertinggal. Untuk menambah penghasilan, kita harus memanfaatkan media sosial sebagai bagian dari bisnis digital,” jelasnya.
Salah satu peserta, Yusuf Setia Budi, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dalam mengelola usahanya, Sambal Handil 4. Ia menyebut pelatihan ini membantu memperbaiki cara penyajian produk di platform digital.
“Sebelumnya saya sudah pernah posting, tapi masih asal. Sekarang jadi lebih paham cara membuat deskripsi produk yang lebih detail dan menarik,” ungkapnya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital tidak hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga memperkuat daya saing pelaku UMKM di pasar yang lebih luas.
Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta pun diharapkan terus mendorong masyarakat Nusantara semakin siap menghadapi perkembangan ekonomi digital yang kian pesat. (*/Humas Otorita IKN)

Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar