Akses yang dulu sulit dan berisiko kini berubah menjadi jalur yang lebih aman dan efisien, memudahkan petani menjangkau lahan sekaligus mengangkut hasil panen.
Selain itu, rehabilitasi lahan juga memberikan hasil positif. Lahan yang sebelumnya kurang produktif kini dapat dimanfaatkan secara optimal, sehingga meningkatkan luas tanam dari sekitar 26 hektare menjadi 40 hektare.
“Ini capaian yang cukup baik dalam mendukung ketahanan pangan daerah,” jelasnya.
Dukungan lain juga datang dari bantuan saprodi seperti benih dan pupuk yang diberikan secara rutin, serta pembangunan jaringan irigasi oleh Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan yang memastikan ketersediaan air bagi lahan persawahan tetap terjaga.
Menurut Sri Wahyuningsih, keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi antar perangkat daerah dalam membangun sektor pertanian secara berkelanjutan.
Pemkot Balikpapan berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan evaluasi kedepannya, agar setiap program yang dijalankan semakin tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal.
“Harapannya, produktivitas pertanian terus meningkat dan kesejahteraan petani ikut terangkat,” terangnya. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)

Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar