E-Paper BorneoFlash.com

Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 16 Maret 2026: Perang Iran–AS Memanas, Trump Ancam Serangan Lebih Keras

lihat foto
Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 16 Maret 2026,
Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 16 Maret 2026.

BorneoFlash.com, TEHERAN – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin memanas seiring eskalasi konflik antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dalam perkembangan terbaru, sebuah pesawat militer AS dilaporkan jatuh di wilayah Irak bagian barat dan menewaskan seluruh awaknya.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa tidak ada korban selamat dalam insiden tersebut. Pesawat yang jatuh merupakan KC-135, pesawat tanker pengisian bahan bakar di udara milik militer AS.

“Seluruh enam awak pesawat pengisian bahan bakar KC-135 yang jatuh di Irak bagian barat telah dikonfirmasi meninggal dunia,” demikian pernyataan resmi CENTCOM seperti dikutip dari Anadolu Agency, pada Sabtu (14/3/2026).

Pesawat tersebut dilaporkan jatuh pada Kamis (12/3) saat menjalankan misi mendukung Operation Epic Fury, operasi militer yang dijalankan Amerika Serikat bersama Israel sejak 28 Februari 2026 dalam menghadapi Iran.

Meski insiden ini terjadi di tengah meningkatnya konflik militer di kawasan, pemerintah Washington menegaskan bahwa jatuhnya pesawat tersebut bukan akibat serangan Iran.

Iran Ancam Serang Infrastruktur Energi Terkait AS

Di sisi lain, ketegangan juga meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pasukan Amerika telah melakukan pemboman terhadap Pulau Kharg, pusat utama ekspor minyak Iran.

Pulau tersebut diketahui menangani hampir seluruh ekspor minyak mentah Iran ke pasar global.

Menanggapi pernyataan tersebut, militer Iran melalui Markas Besar Pusat Al-Anbiya mengeluarkan ancaman keras terhadap kepentingan energi yang berkaitan dengan Amerika Serikat.


Dalam pernyataannya, militer Iran memperingatkan bahwa infrastruktur minyak dan energi milik perusahaan yang bekerja sama dengan AS dapat menjadi target serangan jika fasilitas energi Iran terus diserang.

“Infrastruktur minyak dan energi yang bekerja sama dengan Amerika Serikat akan segera dihancurkan dan diubah menjadi timbunan abu,” demikian pernyataan yang dikutip kantor berita Fars dan Tasnim.

Ancaman tersebut menandai peningkatan retorika militer Iran di tengah konflik yang kini memasuki minggu ketiga.

Trump Ancam Serangan Lebih Keras ke Iran

Presiden AS Donald Trump juga memperingatkan bahwa operasi militer terhadap Iran kemungkinan akan semakin intensif dalam waktu dekat.

Dalam wawancara dengan Fox News Radio, Trump mengatakan bahwa pasukan Amerika akan meningkatkan serangan terhadap target-target di Iran dalam beberapa hari ke depan.

“Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras selama pekan depan,” ujar Trump.

Pernyataan ini mengindikasikan kemungkinan eskalasi lebih lanjut dari operasi militer AS dan Israel terhadap Iran.

Trump juga menyampaikan keyakinannya bahwa pemerintahan Iran suatu saat dapat digulingkan oleh rakyatnya sendiri, meskipun menurutnya hal tersebut mungkin tidak akan terjadi dalam waktu dekat.


Hamas Serukan Iran Tidak Serang Negara Tetangga

Di tengah meningkatnya konflik, kelompok Hamas yang juga merupakan sekutu Iran mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan.

Hamas menyerukan agar Iran tidak menargetkan negara-negara tetangga di kawasan Teluk dalam konflik yang sedang berlangsung.

Dalam pernyataan yang dirilis Sabtu (14/3), Hamas menegaskan bahwa Iran memiliki hak untuk membela diri terhadap agresi Amerika Serikat dan Israel, tetapi tetap meminta agar konflik tidak meluas ke negara lain.

“Sembari menegaskan hak Republik Islam Iran untuk merespons agresi ini dengan segala cara sesuai hukum internasional, kami menyerukan kepada saudara-saudara di Iran untuk menghindari penargetan negara-negara tetangga,” demikian pernyataan Hamas.

Seruan ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas menjadi perang regional yang melibatkan negara-negara Teluk.

Korea Utara Ikut Panaskan Situasi Global

Di saat yang sama, ketegangan geopolitik global juga meningkat setelah Korea Utara dilaporkan menembakkan sekitar 10 rudal balistik dalam satu hari.

Militer Korea Selatan menyatakan rudal-rudal tersebut diluncurkan dari wilayah Sunan menuju Laut Jepang (Laut Timur) sekitar pukul 13.20 waktu setempat.

“Militer mendeteksi sekitar 10 rudal balistik tak teridentifikasi yang diluncurkan dari area Sunan menuju Laut Timur,” kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan dalam pernyataan resmi.

Peluncuran rudal ini terjadi hanya beberapa hari setelah Pyongyang memperingatkan adanya “konsekuensi mengerikan” terhadap latihan militer tahunan yang dilakukan Korea Selatan bersama Amerika Serikat.

Situasi ini semakin menambah ketidakpastian geopolitik global di tengah meningkatnya konflik di berbagai kawasan dunia. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar