Pemkab Kutai Kartanegara

Kurangi Ketergantungan Migas, Kukar Dorong UMKM dan Sektor Berkelanjutan

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana

BorneoFlash.com, KUKAR- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, terus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif guna mengurangi ketergantungan terhadap sektor minyak dan gas bumi (migas) serta pertambangan batu bara.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi transformasi ekonomi daerah menuju sektor yang lebih berkelanjutan dan memiliki daya tahan jangka panjang.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, mengatakan struktur ekonomi Kukar selama ini masih ditopang sektor ekstraktif yang bersifat tidak terbarukan. Karena itu, pemerintah daerah mulai mengarahkan fokus pembangunan pada sektor produktif seperti UMKM, pertanian, dan pariwisata.

“Ketergantungan pada migas dan batu bara harus kita kurangi secara bertahap. Kita dorong sektor yang bisa tumbuh berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak masyarakat, salah satunya UMKM,” ungkap Rendi Solihin, pada Senin (23/2/2026).

Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah UMKM di Kukar saat ini mencapai 40.776 unit usaha dengan ragam produk, mulai dari kuliner, minuman herbal, kerajinan tangan, batik, hingga produk kriya berbahan lokal.

Untuk memperkuat sektor tersebut, Pemkab Kukar menjalankan berbagai program pembinaan, seperti bantuan permodalan, inkubasi bisnis, serta pendampingan dan pelatihan peningkatan kualitas usaha.

“Kita tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pendampingan agar pelaku UMKM bisa naik kelas dan memiliki daya saing,” kata Rendi.


Salah satu pelaku ekonomi kreatif yang mendapat perhatian pemerintah daerah adalah Rumah Produksi Salambar di Kelurahan Salok Api Darat, Kecamatan Samboja Barat.

Industri rumahan ini memproduksi kain berbahan serat alami dari tanaman lokal dan pohon endemik.

Dalam kunjungannya beberapa waktu lalu, Rendi menilai usaha tersebut memiliki potensi untuk berkembang lebih luas, terlebih wilayah Samboja Barat termasuk dalam kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Usahanya memang baru sekitar satu tahun berjalan, tetapi sudah menunjukkan perkembangan. Ini berawal dari inisiatif ibu-ibu rumah tangga yang ingin membuka lapangan kerja,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan agar kapasitas produksi meningkat dan kualitas produk mampu menembus pasar nasional.

“Kita ingin produk lokal Kukar tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Rendi.

Pemkab Kukar berharap penguatan UMKM dan ekonomi kreatif dapat menjadi fondasi baru dalam membangun perekonomian daerah yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar